Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendampingi Ketua PMI Jatim, Mayjen TNI (Purn) Imam Utomo saat memberi keterangan kepada wartawan. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE
"Penurunan generasi ini perlu, untuk tetap menjaga supaya kerelawanan ini tetap konsisten terjaga," ucapnya.
Sementara itu, Ketua PMI Jatim, Imam Utomo mengatakan bahwa acara penghargaan ini setiap tahun rutin diadakan. Ia pun mengapresiasi tren pendonor di Jatim untuk tahun ini meningkat.
"Mereka rata-rata mendonor darah setiap 2,5 bulan sekali. Mereka diberi penghargaan karena sudah 75 kali berdonor darah, kalau ditotal mungkin sekitar 26 liter darah mereka telah disumbangkan," ucap Imam.
Mantan Gubernur Jatim dua periode ini berharap jumlah pendonor terus meningkat. Hal itu dikarenakan kebutuhan darah di Jatim saat ini juga terus meningkat.
"Inginnya, para pendonor sadar mereka langsung mendonorkan darahnya tanpa perlu imbauan, jadi berawal dari kesadaran relawan pendonor," imbuhnya.
Untuk distribusi darah, Imam memastikan akan dipasok ke rumah sakit di seluruh Jatim. Namun untuk tahun depan, sesuai regulasi akan disumbang ke rumah sakit yang berstandar Internasional.
"Saat ini merata di seluruh RS di Jatim yang membutuhkan, namun harus berstandar internasional. Saat ini baru Surabaya dan Sidoarjo. Ke depan ada di Jember, Malang dan Madiun," pungkas mantan Pangdam Brawijaya itu. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




