Sabtu, 31 Juli 2021 02:44

Pemkot Surabaya Gelar Kampanye Percepatan Pencegahan Anak Stunting

Rabu, 18 Desember 2019 01:16 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Pemkot Surabaya Gelar Kampanye Percepatan Pencegahan Anak Stunting
Ilustrasi.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bertekad melaksanakan program nasional percepatan pencegahan anak stunting 2018 - 2024. Program ini dilaksanakan oleh pemerintah kota bersama organisasi terkait, akademisi, tenaga kesehatan, serta masyarakat melalui komitmen dan kampanye percepatan pencegahan anak stunting, Rabu (18/12/2019), pada pukul 07.30 WIB sampai 11.00 WIB di Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo 15 Surabaya.

Di kegiatan tersebut nantinya, selain pemberian edukasi masyarakat, juga ada kegiatan lomba pengetahuan tentang stunting. Sedikitnya sekitar 880 peserta yang mengikuti kegiatan komitmen bersama melaksanakan percepatan pencegahan anak stunting.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Terutama, dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari janin hingga anak berusia 23 bulan.

“Anak stunting memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, rentan penyakit, dan mempengaruhi produktivitas seseorang,” kata Febria, Selasa (17/12/2019).

BACA JUGA : 

Bantu Tangani Covid-19, Sejumlah Perusahaan Salurkan Bantuan untuk Pemkot Surabaya

Sepi Peminat, Pendaftaran Calon Direksi PDAM Surya Sembada Diperpanjang 3 Minggu

Wali Kota Eri Dampingi Forkopimda Jatim Tinjau Vaksinasi di Lapangan Thor dan Gelora Pancasila

Mulai Hari Ini, Rumah Sehat Surabaya untuk Warga Isoman Resmi Beroperasi

Menurut dia, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan stunting. Antara lain, kurangnya asupan gizi kronis dan kejadian sakit (penyakit yang berulang).

“Apabila dilihat waktu bayi lahir, panjangnya kurang dari 47 centimeter, risiko stunting lebih besar. Tetapi bukan berarti tidak bisa dicegah. Makanya, sewaktu lahir sampai anak usia 2 tahun kita genjot gizi dan ASI,” terang Kadinkes.

Ia menjelaskan, anak stunting bisa dialami oleh siapa saja, baik masyarakat miskin, maupun berkecukupan. Pasalnya, bisa berkaitan dengan pola makan. Untuk itu, Pemkot Surabaya berupaya melakukan pencegahan sejak kecil.

“Kegiatan dan program yang telah dilakukan dalam upaya percepatan pencegahan anak kerdil (stunting) di Kota Surabaya dengan melakukan intervensi spesifik (Sektor Kesehatan) dan Intervensi Sensitif (di luar sektor Kesehatan),” paparnya.

Intervensi spesifik memiliki kontribusi dalam percepatan pencegahan stunting, melalui pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil, menyusui, dan calon pengantin, pendampingan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), multivitamin untuk anak PAUD, imunisasi, Pos Gizi, Posyandu balita dan lainnya.

Sedangkan Intervensi Sensitif, dilakukan oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendukung percepatan pencegahan anak stunting.

Febria menambahkan, dalam percepatan pencegahan anak kerdil (Stunting) dengan dua intervensi, yaitu spesifik dan sensitif memerlukan koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat dan lainnya.

“Perlunya komitmen bersama ini, karena masalah stunting ini penyelesaiannya membutuhkan peran serta elemen lainnya,” pungkasnya. (ian)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...