Senin, 30 Maret 2020 10:58

Pemkot Surabaya Gelar Kampanye Percepatan Pencegahan Anak Stunting

Rabu, 18 Desember 2019 01:16 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Pemkot Surabaya Gelar Kampanye Percepatan Pencegahan Anak Stunting
Ilustrasi.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bertekad melaksanakan program nasional percepatan pencegahan anak stunting 2018 - 2024. Program ini dilaksanakan oleh pemerintah kota bersama organisasi terkait, akademisi, tenaga kesehatan, serta masyarakat melalui komitmen dan kampanye percepatan pencegahan anak stunting, Rabu (18/12/2019), pada pukul 07.30 WIB sampai 11.00 WIB di Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo 15 Surabaya.

Di kegiatan tersebut nantinya, selain pemberian edukasi masyarakat, juga ada kegiatan lomba pengetahuan tentang stunting. Sedikitnya sekitar 880 peserta yang mengikuti kegiatan komitmen bersama melaksanakan percepatan pencegahan anak stunting.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Terutama, dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari janin hingga anak berusia 23 bulan.

“Anak stunting memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, rentan penyakit, dan mempengaruhi produktivitas seseorang,” kata Febria, Selasa (17/12/2019).

Menurut dia, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan stunting. Antara lain, kurangnya asupan gizi kronis dan kejadian sakit (penyakit yang berulang).

“Apabila dilihat waktu bayi lahir, panjangnya kurang dari 47 centimeter, risiko stunting lebih besar. Tetapi bukan berarti tidak bisa dicegah. Makanya, sewaktu lahir sampai anak usia 2 tahun kita genjot gizi dan ASI,” terang Kadinkes.

Ia menjelaskan, anak stunting bisa dialami oleh siapa saja, baik masyarakat miskin, maupun berkecukupan. Pasalnya, bisa berkaitan dengan pola makan. Untuk itu, Pemkot Surabaya berupaya melakukan pencegahan sejak kecil.

“Kegiatan dan program yang telah dilakukan dalam upaya percepatan pencegahan anak kerdil (stunting) di Kota Surabaya dengan melakukan intervensi spesifik (Sektor Kesehatan) dan Intervensi Sensitif (di luar sektor Kesehatan),” paparnya.

Intervensi spesifik memiliki kontribusi dalam percepatan pencegahan stunting, melalui pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil, menyusui, dan calon pengantin, pendampingan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), multivitamin untuk anak PAUD, imunisasi, Pos Gizi, Posyandu balita dan lainnya.

Sedangkan Intervensi Sensitif, dilakukan oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendukung percepatan pencegahan anak stunting.

Febria menambahkan, dalam percepatan pencegahan anak kerdil (Stunting) dengan dua intervensi, yaitu spesifik dan sensitif memerlukan koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat dan lainnya.

“Perlunya komitmen bersama ini, karena masalah stunting ini penyelesaiannya membutuhkan peran serta elemen lainnya,” pungkasnya. (ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...