PACITAN, BANGSAONLINE.com - Penanganan tanggul jebol di Dusun Kiteran, Desa Kembang, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, terus mendapat perhatian banyak pihak. Bukan hanya TNI/Polri dan satuan kerja terkait lainnya, namun sejumlah komunitas juga peduli dengan kondisi tersebut.
Mereka melakukan sinergitas menggelar karya bakti dengan harapan agar tanggul yang hancur dihantam air bah di akhir tahun 2017 lalu bisa segera tertangani.
BACA JUGA:
- BPBD Pacitan Imbau Warga Waspada Gempa dan Potensi Tsunami
- Pacitan Berpotensi Gempa Megathrust, ini Penjelasan BMKG
- Tinjau Hasil Rekonstruksi Talud di Pacitan, Gubernur Jatim Disambut Ucapan Terima Kasih dari Warga
- Oknum Anggota Polres Pacitan Diduga Perkosa Tahanan Wanita, Kabid Humas Polda: Sudah Ditahan
"Terima kasih kepada TNI/Polri serta relawan dan warga Desa Kembang yang sudah hadir pada kegiatan karya bakti hari ini dalam rangka penanganan tanggul jebol," ujar Slamet, Kasun Kiteran, Selasa (17/12).
Penanganan darurat ini yaitu dengan pemasangan glangsing (karung beras) yang diisi pasir. Memang penanganan ini hanya bersifat sementara sambil menunggu pembuatan tanggul permanen yang akan dikerjakan pada bulan Januari 2020.
"Diharapkan dengan pembuatan tanggul sementara ini bisa menahan aliran sungai Grindulu masuk ke permukiman warga apabila terjadi banjir. Sehingga warga masyarakat tidak merasa cemas dan kawatir pada waktu musim penghujan," jelasnya.
Hadir pada kesempatan tersebut, Wabup Pacitan Yudi Sumbogo didampingi Asisten Pemerintah dan Kesra, KH Mahmud. Saat di lokasi, orang nomor dua di Pemkab Pacitan tersebut menyempatkan diri meninjau dan melakukan pengecekan tanggul jebol dan pembuatan tanggul darurat, sebagai antisipasi apabila terjadi banjir di musim penghujan sebelum pembuatan tanggul permanen dilaksanakan. (yun/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






