Sabtu, 05 Desember 2020 07:03

Unipa Kenalkan Mesin Pengering Kerupuk Melarat Elektrik pada UMKM Desa Grabagan

Kamis, 12 Desember 2019 11:42 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Devi Fitri
Unipa Kenalkan Mesin Pengering Kerupuk Melarat Elektrik pada UMKM Desa Grabagan
Para pelaku UMKM Kerupuk Melarat foto bersama tiga dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya usai mendapatkan pelatihan menggunakan mesin pengering elektrik.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kerupuk Melarat berkembang di Desa Grabagan Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo sejak tahun 2010 dengan produktivitas rata-rata 40 kg per hari. Namun, ada kendala dalam proses penggorengan yang masih menggunakan mesin penggoreng kerupuk bertenaga manusia (konvensional), sehingga kuantitas produk belum maksimal.

Hal inilah yang menggelitik tiga dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, yakni Atmiasri, S.T., M.T., Ir. Rony HR Fora, S.T., M.T., dan Linda Dwi Rohmadiani, S.T., M.T. Mereka melakukan kegiatan pengabdian masyarakat guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Program yang ditawarkan kepada para pengusaha UMKM di Desa Grabagan kali ini adalah penggunaan mesin pengering kerupuk melarat elektrik tipe kabinet menggunakan LPG sebagai pengganti mesin tenaga konvensional," terang Atmiasri, Kamis (12/12). Dengan menggunakan mesin pengering elektrik, maka produksi lebih efisien kurang lebih 320%. Selain itu juga lebih bersih dan menghemat lahan.

Atmiasri menjelaskan, jika hanya mengandalkan cuaca, para pengusaha membutuhkan waktu 1-2 hari di musim kemarau. Sedangkan di musim penghujan lebih lama, kurang lebih 3 hari untuk proses pengeringan.

"Metode ini tidak efisien dari segi waktu, panas fluktuatif dan terkontaminasi debu dari udara dan sudah dipastikan produksi kerupuk mengalami penurunan sekitar 10% atau di saat musim penghujan, bahkan bisa gagal karena kerupuk ditumbuhi jamur," terangnya.

Kaprodi Teknik Elektro ini menjelaskan, dengan menggunakan teknologi tepat guna dapat mengembangkan usaha kerupuk melarat menjadi semakin meningkat produktivitas industri dan lebih efisien dalam produksi. Yang awalnya jumlah produksi hanya menghasilkan 30-40 kg per hari dengan menggunakan teknologi ini hasilnya akan meningkat 20-40%.

Rony HR Fora menerangkan, dengan mesin pengering bertipe cabinet dryer, kerupuk yang akan dikeringkan diletakan di atas rak (cabinet), sumber panas (nyala api kompor) diletakkan di bagian bawah dari mesin, kapasitas pengeringan 8 kg/jam, sehingga kerupuk mitra sebanyak 40 kg dapat dikeringkan dalam waktu 5 jam. Sebelumnya, saat pengeringan tanpa mesin, dikeringkan selama 16 jam (2 hari). "Nah, kondisi ini menunjukkan adanya efisiensi waktu sebesar 320%,"ungkapnya.

"Kelebihan dari penggunaan mesin pengering ini, hasil pengeringan menjadi lebih bersih, terlindungi dari debu dan kotoran lain di udara, pengeringan dapat dilakukan kapan saja, tidak tergantung dari cuaca dan terik matahari, dan tidak membutuhkan ruangan yang luas," imbuh Rony.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...