Resik-Resik Pasar Gadingrejo Meriahkan Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340

Resik-Resik Pasar Gadingrejo Meriahkan Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340 Wakil Wali Kota Pasuruan saat meninjau giat bersih-bersih di Pasar Gadingrejo dalam rangka meriahkan hari jadi daerah yang ke-340.

KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemkot Pasuruan melakukan monitoring kegiatan resik-resik di kawasan Pasar Gadingrejo, Jumat (13/2/2026), sebagai bagian dari peringatan hari jadi daerah yang ke-340. Agenda tersebut melibatkan unsur TNI, DLHKP, Disperindag, serta UPT Pasar.

Wakil Wali Kota Pasuruan, M. Nawawi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih, melainkan upaya bersama menjaga pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami bersama-sama dalam rangka Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340 sengaja meninjau pasar yang kita cintai yang berada di Gadingrejo ini,” ujarnya.

Ia mengajak pedagang untuk turut menjaga kebersihan pasar, karena menurutnya kebersihan adalah tanggung jawab bersama.

“Dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh pedagang, mari kita jaga pasar ini. Bagaimanapun juga, yang namanya kebersihan harus dijaga bareng-bareng,” tuturnya.

Nawawi juga mengimbau pembeli agar berperan aktif mengurangi sampah dengan membawa tas belanja sendiri.

“Saya mengimbau kepada pembeli, kalau bisa saat belanja membawa kantong atau tas belanjaan sendiri. Kota Pasuruan ini ke depan menuju zero waste tahun 2029,” ucapnya.

Ia berharap, pasar yang bersih dan tertata akan meningkatkan minat pembeli sehingga berdampak positif bagi perekonomian pedagang.

“Harapan saya, mari kita miliki pasar tradisional ini. Kita jaga kebersihannya bareng-bareng. Kalau pasarnya bersih, saya yakin pembeli juga akan semakin banyak,” katanya.

Kepada petugas kebersihan, Wakil Wali Kota Pasuruan mendorong agar terus aktif mengingatkan pedagang dan pengunjung menjaga lingkungan pasar.

“Saya juga mendorong petugas kebersihan, mari bareng-bareng saling mengingatkan agar kebersihan pasar ini bisa terus terjaga,” pungkasnya.

Melalui momentum Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340, kegiatan resik-resik pasar ini diharapkan menjadi langkah nyata membangun budaya bersih sekaligus memperkuat citra pasar tradisional sebagai ruang ekonomi rakyat yang nyaman dan sehat. (par/mar)