Kamis, 12 Desember 2019 06:01

​Hindari Bahan Bakar Plastik, Pemprov Jatim Siapkan 4 Opsi Konversi untuk Industri Tahu Tropodo

Rabu, 20 November 2019 10:38 WIB
Editor: Tim
​Hindari Bahan Bakar Plastik, Pemprov Jatim Siapkan 4 Opsi Konversi untuk Industri Tahu Tropodo
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyelami cara menganyam kerajinan tas berbahan plastik. foto: bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan empat opsi konversi bahan bakar industri tahu di Tropodo Sidoarjo agar tak lagi menggunakan bahan bakar plastik. Opsi konversi tersebut akan menggantikan bahan bakar yang selama ini digunakan para pelaku industri tahu di Tropodo, Kabupaten Sidoarjo.

"Untuk industri tahu ini, PIRT-nya dan pembinaannya urusan Pemkab. Sedangkan untuk kebijakan soal sampah plastik yang tercampur dalam impor sampah kertas sebagai bahan baku industri kertas, itu urusan pusat. Pemprov melakukan pendampingan , sosialisasi dan mediasi agar produsen IKM tahu di Tropodo sekarang siap-siap mengkonversi bahan bakar yang mereka gunakan," kata Khofifah, Selasa (19/11/2019).

Ada sejumlah opsi yang disiapkan oleh Pemprov Jawa Timur. Yang pertama adalah wood pallet. Kedua adalah menggunakan pipa gas PGN, ketiga menggunakan Compressed Natural Gas (CNG), dan keempat menggunakan LPG.

"Pertama opsi konversinya adalah wood pallet. Wood pallet ini yang paling memungkinkan dan yang paling terjangkau menurut hitungan Bupati Sidoarjo," kata Khofifah.

Untuk opsi kedua yaitu pipa city gas yang merupakan produk PGN. Opsi ini juga sudah dikomunikasikan sebagai salah satu pilihan konversi bahan bakar bagi industri tahu. Begitu juga dengan CNG. Opsi tersebut dihitung mana yang lebih murah dan paling terjangkau untuk digunakan para pelaku industri tahu di Tropodo agar mampu meninggalkan bahan bakar plastik.

"Opsi keempat untuk konversi adalah dengan LPG. Untuk LPG ini saya sudah komunikasikan dengan GM Pertamina. Kita ingin mendapatkan special discount untuk pelaku IKM tahu di Tropodo. Sekarang sedang dihitung untuk diskon yang memungkinkan diberikan pada IKM tahu," lanjut mantan Mensos RI ini.

Prinsipnya, lanjut Khofifah, pemerintah akan melakukan pembimbingan dan mendampingi para pelaku IKM tahu agar tetap bisa survive atau bertahan menjalankan usaha sebagai penyambung hidup.

Di sisi lain mereka juga terus diinformasikan dan disosialisasikan bahwa menggunakan bahan bakar plastik itu tidak boleh karena mencemari lingkungan dan lebih banyak mendatangkan dampak buruk bagi makhluk hidup di sekitarnya.

"Maka mereka harus menggunakan bahan bakar lain untuk konversi yang kita siapkan opsinya ada empat tadi," kata Khofifah. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 21 November 2019 23:31 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Meluasnya kabar keberadaan destinasi wisata alam pohon besar yang mempunyai akar seribu di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, membuat warga setempat penasaran. Kini, pohon akar seribu itu telah menjadi daya tarik da...
Senin, 09 Desember 2019 23:53 WIB
Oleh: Sila Basuki, S.H., M.B.A. Tren kemenangan seorang calon independen dalam pilkada Kota Surabaya akan sangat mungkin terjadi, mengingat di beberapa kota lain juga bisa terjadi. Berkat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, tentang p...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...