Sabtu, 11 Juli 2020 08:12

KKN di Desa Pateken, Mahasiswa Unnes Beri Pelatihan Ibu-ibu PKK

Rabu, 13 November 2019 10:04 WIB
Editor: Redaksi
KKN di Desa Pateken, Mahasiswa Unnes Beri Pelatihan Ibu-ibu PKK
Ibu-ibu PKK Desa Pateken foto bersama para mahasiswi Unnes usai pelatihan Keretaku dan Ibundaku. foto: Istimewa/Ika Arumdani Maylia

TEMANGGUNG, BANGSAONLINE.com - Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) Lokasi Tahap 2B, salah satunya di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Di Temanggung, KKN diadakan di Desa Pateken, Kecamatan Wonoboyo.

Ada berbagai program yang dilaksanakan mahasiswa selama KKN, di antaranya pelatihan Kerajinan dan Ibundaku (Keretaku) kepada ibu-ibu PKK setempat. Kegiatan tersebut bertempat di Aula Balai Desa Pateken, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Senin (11/11) lalu.

”Melalui kegiatan ini, diharapkan warga mampu memanfaatkan sumber daya alam kopi serta inovasi makanan tradisional khas Desa Pateken agar tetap eksis di zaman modern ini,” ujar Ika Arumdani Maylia sebagai penanggung jawab pelatihan.

Kegiatan yang dimulai dari jam 10.00 WIB ini, diawali dengan sosialisasi marketing yang dibawakan oleh Widya Noer Laila. Widya memaparkan, tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas warga Desa Pateken, terutama ibu-ibu. Selain itu juga menambah nilai jual dari pembuatan inovasi ento goreng dan mengembangkan inovasi olahan kopi.

Widya juga memaparkan pentingnya teknik marketing untuk kesuksesan pemasaran sebuah produk. Sebab, kata Widya, banyak produk yang memiliki kualitas yang baik serta harga yang bersaing, namun kurang laku karena ternyata produk tersebut gagal di pasaran.

Untuk itu, Widya memberikan teknik marketing yang baik supaya produk yang dijual bisa dikenal oleh banyak orang, dan tentunya dapat bersaing di pasaran.

“Semoga dengan adanya sosialisasi marketing ini ibu-ibu warga Desa Pateken dapat menambah nilai jual produknya. Selain itu, dapat meningkatkan perekonomian warga, serta menjadikan peluang kegiatan bagi ibu-ibu yang tidak memiliki pekerjaan,” ucap Widya yang juga salah satu penanggung jawab pelatihan.

Setelah pemberian teknik-teknik marketing, giliran Ika Arumdani Maylia mendemokan tahap pembuatan cake kopi. Demo pembuatan cake kopi tersebut disambut antusias para peserta. Sering kali mereka menanyakan teknik yang belum mereka pahami.

Sebab, selama ini kopi sebagai komoditi yang tumbuh subur di lingkungan mereka hanya dijual dalam bentuk bijian. Dengan adanya sosialisasi ini, mereka menyadari bahwa kopi ternyata memiliki banyak potensi hasil olahannya, sehingga bisa bisa menambah nilai ekonomis.

“Terima kasih kepada mbak-mbak KKN Unnes yang telah mengadakan pelatihan ini. Alhamdulillah acaranya gratis, saya mendapat ilmu banyak di sini. Saya baru kepikiran kalau ento bisa dikasih varian coklat, unik, bisa menarik pembeli,” Tutur Sri salah satu peserta pelatihan.

Dalam kesempatan ini, Warga Desa Pateken juga memperoleh pelatihan pembuatan bross dari pita Jepang. Pelatihan-pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas warga, dan menggugah sumber daya manusia Desa Pateken untuk mau berwirausaha. (*/red)

Sumber: KKN Unnes
Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...