BONDOWOSO (BangsaOnline) - Proses distribusi dana program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) terus mendapat sorotan masyarakat. Siang tadi, belasan mahasiswa dari PMII Bondowoso mendatangi kantor Pemkab. untuk meminta solusi atas persoalan yang terjadi dalam penyaluran PSKS tersebut.
Dalam keterangan korlap aksi, Muhammad Afifi mengungkapkan, program yang merupakan kompensasi dari kenaikan harga BBM itu justru mendatangkan persoalan dan masalah. Baik dari segi pendataan sasaran penerima program maupun sistem penyalurannya sendiri.
Salah satu gambaran yang ditemui, tidak sedikit program tersebut yang tidak tepat sasaran. Masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan tersebut justru tidak menikmati. Salah satunya seperti seorang warga berstatus janda di desa Sumber Jeruk, Jambesari.
Ironisnya, ada salah satu warga yang berprofesi sebagai pengusaha cabe dan dianggap ekonominya layak justru menerima bantuan di desa tersebut.
Dari berbagai persoalan yang terjadi itu, pihaknya meminta agar pemerintah daerah juga ikut memberikan kejelasan terkait dengan peraturan dan mekanisme penyalurannya. “Selebihnya kami meminta kepada pemerintah untuk melakukan perbaikan-perbaikan serta solusi untuk menanggulangai persoalan tersebut,” paparnya.
Meski dengan masa yang tak begitu besar, aksi kemarin mendapatkan pengawalan ketat dari petugas Polres Bondowoso. Pengamanan dipimpin langsung oleh Wakapolres Kompol Mudawaroh. Sementara itu, aktivisi PMII langsung diterima oleh perwakilan dari Pemkab dan PT Pos Bondowoso.
Wawan Setiawan SH, Asisten I Pemkab yang menerima kedatangan mahasiswa menjelaskan, apa yang menjadi aspirasi dari mahasiswa tentu akan menjadi masukan tersendiri bagi Pemkab. “Tentu ini akan menjadi evaluasi untuk program-program selanjutnya,” ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




