Minggu, 17 November 2019 05:30

Perum Perhutani KPH Madura Laporkan Kades Pandan ke Polisi, Terkait Dugaan Penebangan Liar

Kamis, 07 November 2019 23:57 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yeyen
Perum Perhutani KPH Madura Laporkan Kades Pandan ke Polisi, Terkait Dugaan Penebangan Liar
Lahan pohon mangrove yang diduga ditebang secara liar oleh oknum Kades. Di Desa Pandan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Perum Perhutani KPH Madura melaporkan Kepala Desa (Kades) Pandan, Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan, Subairi, terkait dugaan penebangan liar pohon mangrove di desanya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Administratur Perum Perhutani KPH Madura, Rumhayati yang membenarkan bahwa Kades Pandan Subairi sudah dilaporkan atas dugaan penebangan hutan mangrove di kawasan milik Perhutani.

Sebelumnya sempat diadakan mediasi, namun Kades Pandan tetap menebang pohon mangrove yang jelas-jelas dilindungi pemerintah. "Sudah dilakukan mediasi kepada kades, namun pihak pelaku tidak berkenan," kata Rumhayati.

Bahkan menurut Rumhayati, dalam pembabatan mangrove, Subairi tidak pernah koordinasi. Dan saat diminta agar menghentikan penebangan tersebut, malah semakin menjadi-jadi.

"Saat diminta untuk berhenti melakukan penebangan oleh Polisi Hutan, mereka tidak menghiraukan," ungkapnya, Kamis (07/11/19).

Akibat penebangan liar tersebut, Perum Perhutani KPH Madura merasa dirugikan. Sebab, selain tanpa koordinasi, dari 60 hektare lahan mangrove, 0,26 hektare di antaranya yang masuk Desa Pandan, rusak.

Atas dasar tersebut, Perum Perhutani KPH Madura akhirnya memilih menempuh jalur hukum dan melaporkan Kades Pandan Subairi ke Polres Pamekasan.

"Kami sidah melaporkan Kades Pandan pada tanggal 21 Oktober, 2019. Namun yang jelas, dalam perkara ini bukan hanya Perum Perhutani KPH Madura yang merasa dirugikan. Termasuk sejumlah OPD seperti DLH, KKP dan SDA juga dirugikan," tegasnya.

Dalam UU 27/2007 pada Pasal 35 huruf f dan g disebutkan: "Dalam pemanfaatan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil, setiap orang secara langsung atau tidak langsung dilarang: (f). melakukan konversi Ekosistem Mangrove di Kawasan atau Zona Budidaya yang tidak memperhitungkan keberlanjutan fungsi ekologis pesisir dan pulau-pulau kecil; (g). menebang mangrove di kawasan konservasi untuk kegiatan industri, pemukiman, dan/atau kegiatan lain".

Jika larangan tersebut dilanggar, maka sanksi berat menanti bagi para pelaku. Yakni, pada UU 27/2007 Bab 17 Ketentuan Pidana Pasal 73 ayat (1) huruf B: Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun, dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) setiap orang yang dengan sengaja: (b). menggunakan cara dan metode yang merusak Ekosistem Mangrove, melakukan konversi Ekosistem Mangrove, menebang Mangrove untuk kegiatan industri dan permukiman, dan/atau kegiatan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf e, huruf f, dan huruf g.

Kades Pandan, Subairi belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Saat dihubungi via selulernya, yang bersangkutan tak merespons. (yen/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Minggu, 17 November 2019 01:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...