Minggu, 17 November 2019 11:23

Usai Dibunuh oleh Istri dan Anaknya, Surono Dipendam Dalam Rumah dan Dicor

Kamis, 07 November 2019 13:39 WIB
Editor: ___
Wartawan: Yudi Indrawan
Usai Dibunuh oleh Istri dan Anaknya, Surono Dipendam Dalam Rumah dan Dicor
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menunjukkan barang bukti yang digunakan para pelaku untuk mengubur mayat korban saat pers rilis di mapolres setempat, Kamis (7/11).

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pelaku pembunuhan terhadap Surono alias Sugiyono (51) warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, akhirnya terungkap. Adalah istrinya Busani (45) dan anak kandungnya yang nomor dua, Bahar (26), yang melakukan pembunuhan terhadap Surono, pada akhir Maret 2019.

Setelah dibunuh, Surono dipendam secara tidak layak di bawah tempat salat (musala) dalam rumah, dengan hanya dibungkus kain sarung dan pakaian yang masih melekat di tubuhnya. Saat ditemukan, jasad Surono kepalanya menghadap ke arah Barat, sementara kakinya ditekuk paksa menghadap arah Selatan.

Ungkap kasus pembunuhan terhadap Surono itu, disampaikan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat rilis di Mapolres, Kamis (7/11/2019).

“Setelah dibunuh, korban dipendam dalam tanah dengan digali sedalam 80 cm oleh anaknya BHR (Bahar, Red), untuk kepala menghadap Barat, dan kakinya tidak seperti wajarnya, tetapi ditekuk (paksa) menghadap arah Selatan. Jadi saat ditemukan jasadnya miring dan menekuk. Setelah itu disemen satu sak dan dicampur air (dicor),” kata Alfian saat dikonfirmasi banyak wartawan.

Usai membunuh dan memendam jasad Surono, lanjut Kapolres, ibu dan anak ini mengamankan tas milik korban, dan uang sejumlah Rp 6 juta di dalamnya. “Yang kemudian diamankan ibunya (Busani). Selanjutnya dihitung, dan uang itu dibawa ibunya. setelah itu, B (Busani) diantar BHR (Bahar), ke rumah ibunya Isnatun (nenek Bahar) menggunakan motor CB 150 R merah. Selanjutnya BHR berangkat ke Bali untuk bekerja,” jelasnya.

(Proses penggalian kuburan korban di dalam rumah dipadati warga, Senin (4/11) lalu)

Selang tiga hari, Busani bilang kepada Bahar, jika makam bapaknya retak. “Oleh Busani kemudian ditaburi semen dan disiram air. Tapi karena tetap tidak menutup sempurna, selang beberapa bulan, BHR datang, dan tempat itu dicor dan diporselen dengan ketinggian sekitar 25 cm. Panjangnya sekitar 1,5 meter dan lebar sekitar 3 meter. Tempat itu kemudian dijadikan musala dengan bangunan permanen tambahan,” terang Alfian.

Lalu apa peran Busani? “Dia yang membukakan pintu waktu malam hari anaknya datang dari Bali sebelum melakukan pembunuhan. Istri korban ini juga sempat membantu anaknya menyeret tubuh korban ke dapur. Dia juga yang menaburi semen saat tanah tempat korban dipendam sempat retak,” terang Alfian.

Polisi telah menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, linggis, sarung, baju, cangkul, dan lampu kepala. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. “Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati atau seumur hidup atau penjara minimal 20 tahun,” tegasnya. (jbr1/yud)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Minggu, 17 November 2019 01:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...