Kamis, 20 Februari 2020 20:20

Usai Dibunuh oleh Istri dan Anaknya, Surono Dipendam Dalam Rumah dan Dicor

Kamis, 07 November 2019 13:39 WIB
Editor: ___
Wartawan: Yudi Indrawan
Usai Dibunuh oleh Istri dan Anaknya, Surono Dipendam Dalam Rumah dan Dicor
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menunjukkan barang bukti yang digunakan para pelaku untuk mengubur mayat korban saat pers rilis di mapolres setempat, Kamis (7/11).

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pelaku pembunuhan terhadap Surono alias Sugiyono (51) warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, akhirnya terungkap. Adalah istrinya Busani (45) dan anak kandungnya yang nomor dua, Bahar (26), yang melakukan pembunuhan terhadap Surono, pada akhir Maret 2019.

Setelah dibunuh, Surono dipendam secara tidak layak di bawah tempat salat (musala) dalam rumah, dengan hanya dibungkus kain sarung dan pakaian yang masih melekat di tubuhnya. Saat ditemukan, jasad Surono kepalanya menghadap ke arah Barat, sementara kakinya ditekuk paksa menghadap arah Selatan.

Ungkap kasus pembunuhan terhadap Surono itu, disampaikan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat rilis di Mapolres, Kamis (7/11/2019).

“Setelah dibunuh, korban dipendam dalam tanah dengan digali sedalam 80 cm oleh anaknya BHR (Bahar, Red), untuk kepala menghadap Barat, dan kakinya tidak seperti wajarnya, tetapi ditekuk (paksa) menghadap arah Selatan. Jadi saat ditemukan jasadnya miring dan menekuk. Setelah itu disemen satu sak dan dicampur air (dicor),” kata Alfian saat dikonfirmasi banyak wartawan.

Usai membunuh dan memendam jasad Surono, lanjut Kapolres, ibu dan anak ini mengamankan tas milik korban, dan uang sejumlah Rp 6 juta di dalamnya. “Yang kemudian diamankan ibunya (Busani). Selanjutnya dihitung, dan uang itu dibawa ibunya. setelah itu, B (Busani) diantar BHR (Bahar), ke rumah ibunya Isnatun (nenek Bahar) menggunakan motor CB 150 R merah. Selanjutnya BHR berangkat ke Bali untuk bekerja,” jelasnya.

(Proses penggalian kuburan korban di dalam rumah dipadati warga, Senin (4/11) lalu)

Selang tiga hari, Busani bilang kepada Bahar, jika makam bapaknya retak. “Oleh Busani kemudian ditaburi semen dan disiram air. Tapi karena tetap tidak menutup sempurna, selang beberapa bulan, BHR datang, dan tempat itu dicor dan diporselen dengan ketinggian sekitar 25 cm. Panjangnya sekitar 1,5 meter dan lebar sekitar 3 meter. Tempat itu kemudian dijadikan musala dengan bangunan permanen tambahan,” terang Alfian.

Lalu apa peran Busani? “Dia yang membukakan pintu waktu malam hari anaknya datang dari Bali sebelum melakukan pembunuhan. Istri korban ini juga sempat membantu anaknya menyeret tubuh korban ke dapur. Dia juga yang menaburi semen saat tanah tempat korban dipendam sempat retak,” terang Alfian.

Polisi telah menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, linggis, sarung, baju, cangkul, dan lampu kepala. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. “Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati atau seumur hidup atau penjara minimal 20 tahun,” tegasnya. (jbr1/yud)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...