Kamis, 14 November 2019 23:45

Tafsir Al-Isra' 70: Dilan 1991 dan Peran Ulama'

Sabtu, 02 November 2019 09:18 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.

Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.


TAFSIR AKTUAL

Di televisi berulang kali diberitakan tentang film layar lebar berjudul “Dilan 1991”. Filmnya anak muda itu dinilai sebagai sukses karena mencapai rating tinggi, dengan berulang kali diputar di beberapa kota dan paling banyak ditonton. Aktor dan aktrisnya juga disanjung dan dipuja-puja.

Kecuali di Makassar, film anak muda itu didemo keras oleh sekelompok pemuda muslim dan mahasiswa. Penulis tidak mengerti isi adegan dalam film tersebut, tapi dari wawancara terhadap peserta demo, tertangkap, bahwa film tersebut dianggap tidak mendidik dan menodai moral bangsa, utamanya akhlaq islami.

Juru bicara pendemo itu selanjutnya mengungkapkan keberatannya, karena dalam film itu terdapat adegan ciuman antar muda mudi yang masih pakai seragam sekolah. Mereka menuntut agar film itu tidak diputar dan dilarang edar, kecuali ada sensor perbaikan. Tapi, rupanya tuntutan para pendemo itu tidak digubris oleh siapa pun dan berlalu begitu saja. Jika apa yang didemokan itu benar, maka penulis bersikap:

Pertama, mengapresiasi positif terhadap para pendemo film tersebut. Apapun latar belakang mereka, mereka masih punya kepedulian terhadap moral anak bangsa ini. Bebas ya bebas, tapi sebagai bangsa yang beradab, kita wajib menjunjung tinggi akhlaq.

Kedua, mempertanyakan peran Badan Sensor Film, yang di dalamnya biasanya ada bidang agama atau moral. Apakah mereka sengaja membolehkan adegan ciuman tersebut? Film itu kan ditonton bebas, termasuk oleh anak-anak sekolah, remaja, dan lain-lain.

Ketiga, mempertanyakan peran ulama' yang ada di Syuriah NU, di Majelis Tarjih Muhammadiyah, di MUI, para ustadz televisi yang biasa ngaji dan siaran. Kok semua diam, kok semua bisu? Atau dianggap tidak penting? Setidaknya demo pemuda muslim itu ditanggapi dan dicek kebenarannya, lalu berfatwa.

Di akhirat nanti, para pendemo itu sudah bebas dari tanggung jawab agama, sementara para ulama' dan ustadz yang diam pasti diperkarakan di pengadilan Tuhan nanti. Kepada para kiai, mohon lebih serius pada masalah akhlaq bangsa, tidak hanya serius urusan politik saja.

Tidak bisakah, bersama pemerintah para ulama' ikut mengatur etika tayang di televisi, etika manggung: dari jogetannya, pakaiannya, pergumulan pria-wanita bukan mahram dan lain-lain, sehingga bangsa ini benar-benar bangsa yang berakhlaq mulia. Soal moral di pentas, di tayangan televisi, Malaysia lebih islami dibanding Indonesia. Padahal ulama'nya banyak Indonesia.

Ali ibn Abi Thalib karram Allah wajhah berkata: "banyaknya kemaksiatan terjadi di sebuah negeri, bukan karena banyaknya pelaku maksiat, tetapi lebih karena diamnya para ulama'". 

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...