Rabu, 11 Desember 2019 07:59

Soal Korban Pengeroyokan yang Ditetapkan Tersangka oleh Polsek Tlanakan, Kuasa Hukum: Cacat Hukum

Minggu, 27 Oktober 2019 14:52 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yeyen
Soal Korban Pengeroyokan yang Ditetapkan Tersangka oleh Polsek Tlanakan, Kuasa Hukum: Cacat Hukum
Ketua LBH Pusara, Marsuto Alfianto.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kadarusman, korban pengeroyokan di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan yang dijadikan tersangka dan ditahan oleh Polsek Tlanakan, memasrahkan Kuasa Hukum atas kasusnya kepada Lembaga Bantuan Hukum Pusat Advokasi Masyarakat Nusantara (LBH Pusara).

Hal ini dibenarkan Ketua LBH Pusara, Marsuto Alfianto. Pihaknya bakal melakukan gelar perkara di Pengadilan Negeri, Senin (28/10) mendatang.

"Yang kami permasalahkan adalah klien kami ini justru malah dijadikan tersangka, padahal saat itu klien kami ini dalam posisi membela temannya, sehingga terpaksa melakukan perlawanan," ujar Alfian.

Karena itu, Alfian menilai penahanan terhadap Kadarusman yang dilakukan oleh Polsek Tlanakan adalah tindakan catat hukum. "Merujuk pada pasal 49 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), klien kami tidak bisa ditetapkan sebagai tersangka lantaran membela diri. Adapun yang dikatakan membela diri itu baik membela dirinya atau membela orang lain. Kadarusman itu tidak layak dan tidak pantas untuk dijadikan tersangka," tuturnya, Sabtu (26/10/19) kemarin.

Selain itu, lulusan Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara itu menyayangkan tindakan penyidik Polsek Tlanakan yang justru lambat saat memberikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada keluarga korban. Surat tertanggal 17 Oktober 2019 itu, justru baru diterima oleh keluarga korban, sekitar pukul 20.00 WIB, pada tanggal 25 Oktober 2019. Padahal, sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 6 tahun 2019 dan Perkap nomor 14 Tahun 2012, surat itu harus diterima maksimal 10 Hari.

"Apa mungkin pihak Polsek Tlanakan itu mengetahui bahwa permasalahan ini akan melebar dan kami akan melakukan langkah-langkah hukum sehingga Polsek Tlanakan itu mau main curang?," ungkapnya.

"Mohon maaf, ini informasinya di dalam BAP, barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan keempat pelaku pengeroyokan juga dihilangkan, ini yang kami sesalkan," sambung Alfian.

Alfian berharap aparat kepolisian bisa profesional dalam menjalankan tugas sehingga persoalan hukum yang melanda kliennya tidak berat sebelah. "Kalau suruh berdamai jelas kami tidak mau, karena ini pasal penganiayaan dan pengeroyokan," pungkasnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tlanakan Ipda Bambang Budianto berdalih, bahwa pihaknya menetapkan tersangka terhadap Kadarusman lantaran ia ikut memukul keempat pengeroyoknya.

"Jadi mereka itu tawuran, kami sudah memeriksa semua saksi dan kami juga menetapkan Kadarusman sebagai tersangka," kelit Bambang.

Sebelumnya, salah satu saksi kejadian pengeroyokan terhadap Kadarusman, Zainal, menceritakan, insiden tersebut bermula saat empat orang asal Dusun Tenjang, Desa Branta Pesisir, atas nama Anasrullah alias Anang (23), Muhalli alias Halli (28), Amiruddin alias Amir (25), dan Sulaiman Fadli (29) mendatangi Kadarusman dan Subaidi yang sedang meminum kopi di warung kopi.

"Saat itu Halli memegang beda tumpul, dan Sulaiman Fadli memegang senjata tajam," terang Zainal, Kamis, (24/10) lalu.

Karena itu, Zainal juga mengaku merasa keberatan dengan tindakan Polsek Tlanakan. Dirinya sempat bertanya kepada salah satu penyidik yaitu Banit Reskrim, Bripka Agus Bianto. Bukan menjawab, Agus Bianto malah mengusir Zainal dari ruangannya.

"Saya diusir dari ruangan penyidik saat saya bertanya tentang apa alasan Polsek Tlanakan yang menahan korban, yang mengusir saya waktu itu Banit Reskrim, Bripka Agus Bianto," terangnya. (yen/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 09 Desember 2019 06:11 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Untuk menyambut peringatan hari jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-248 pada 18 Desember 2019, Kabupaten yang berjuluk The Sunrise of Java ini menggelar parade seni budaya Kuwung dengan tema "Gumelare Bumi Blambangan" Sab...
Senin, 09 Desember 2019 23:53 WIB
Oleh: Sila Basuki, S.H., M.B.A. Tren kemenangan seorang calon independen dalam pilkada Kota Surabaya akan sangat mungkin terjadi, mengingat di beberapa kota lain juga bisa terjadi. Berkat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, tentang p...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...