Jumat, 15 November 2019 00:25

Lawang Seketeng Jadi Destinasi Wisata Heritage, Pemkot Siapkan Guide Pemuda Setempat

Jumat, 25 Oktober 2019 21:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Lawang Seketeng Jadi Destinasi Wisata Heritage, Pemkot Siapkan Guide Pemuda Setempat
Di kawasan ini terdapat sumur tua dan musala kuno yang menyimpan banyak benda sejarah.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menjadikan Kampung Lawang Seketeng yang berada di Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng Surabaya, sebagai salah satu destinasi wisata heritage. Karena itu, pemkot saat ini sedang menyiapkan grand design untuk penataan di kawasan kampung lawas tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi memastikan pihaknya segera menyiapkan kebutuhan untuk penataan di kampung itu. Menurutnya, banyak sekali bukti-bukti otentik sejarah yang ditemukan di kawasan tersebut. Nantinya bukti-bukti sejarah itu bakal dikoneksikan satu sama lain.

"Sehingga nanti salah satu wisata yang ada di Lawang Seketeng ini bisa satu paket, termasuk bahwa di sini ada dua makam, yang sebelahnya masjid ada makam syekh, yang kedua makam Mbah Pitono," kata Eri, Jum’at (25/10/2019).

Menurutnya, banyak masyarakat yang tidak mengetahui asal-usul makam Mbah Pitono yang berada di tengah perkampungan itu. Diduga, Mbah Pitono dahulu merupakan salah satu guru ngajinya Presiden Soekarno dan Bung Tomo (Pahlawan Kemerdekaan). Karena itu, pihaknya ingin supaya asal-usul sejarah itu nantinya bisa diketahui masyarakat.

"Sehingga nanti sejarah itu akan teringat betul bahwa di sini ada punden (Makam Mbah Pitono) itu sejarahnya seperti apa, ceritanya seperti apa," ujarnya.

Selain itu, Eri menyebut, di kawasan ini juga terdapat sumur tua dan musala kuno yang menyimpan banyak benda sejarah. Seperti tombak, Al-Qur'an bertuliskan tangan, ilmu falaq, hingga waktu salat zaman dahulu. Bahkan, di kampung ini juga terdapat rumah tinggal Presiden Soekarno serta meja bundar yang diduga pernah digunakan Bung Tomo.

"Di sini juga kita ketahui ada langgar (musala), juga ada rumah Bung Karno, ada mejanya Bung Tomo juga yang ada di sini, itu akan kita gandengkan, bahwa kampung ini pernah ditinggali Bung Karno dan Bung Tomo," paparnya.

Menariknya, bangunan rumah-rumah lawas di Kampung Lawang Seketeng ini juga masih terawat hingga sekarang. Untuk itu, pemkot juga bakal mengoneksikan kesan vintage rumah-rumah kuno itu dengan obyek-obyek sejarah. Namun, penataan yang dilakukan tidak menghilangkan estetika dari kampung lawas itu sendiri.

"Sehingga, nanti orang bisa lihat ini pariwisata kota sejarah, kampung lawas, peradaban yang tua, itu yang akan kita munculkan di sana," jelasnya.

Di samping mengoneksikan obyek-obyek peninggalan sejarah, Pemkot Surabaya juga bakal melakukan penataan kembali dinding-dinding di kawasan itu dengan sentuhan mural. Nantinya, desain mural juga bakal disesuaikan dengan kondisi di sekitar.

“Kalau di depannya langgar (musala), maka bentuk muralnya itu bentuknya islami. Apa yang ada di dekatnya maka akan dibuat menjadi tematik," katanya.

Tak hanya itu, untuk mendukung Kampung Lawang Seketeng sebagai destinasi wisata heritage, Pemkot Surabaya juga bakal menyiapkan Guide (pemandu) yang berasal dari anak-anak di sekitar. Nantinya anak-anak bakal dilatih untuk menjadi pemandu wisata.

“Insya Allah kita sudah kerja sama dengan teman-teman, nanti ini guide-nya itu juga dari sini. Nanti kita juga akan panggil pelatih yang dulu ngelatih Cak dan Ning kita. Sehingga adik-adik yang ada di sini nanti bisa jadi tour gaetnya,” jelas Eri.

Eri menambahkan, rencananya Kampung Wisata Heritage di Kelurahan Peneleh ini bakal diresmikan bertepatan pada Hari Pahlawan 10 November 2019. Dengan demikian, momen itu juga menandai bahwa Kampung Lawang Seketeng ini juga menjadi salah satu saksi bisu sejarah perjuangan Kota Surabaya.

“Insya Allah (peresmian) tanggal 10 November, jadi Hari Pahlawan itu sebagai penanda Kampung Lawang Seketeng, karena kampungnya Pahlawan, ada Bung Tomo dan Bung Karno, sehingga diharapkan warga juga menjaga seperti semangatnya (pahlawan),” pungkasnya. (ian/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...