Senin, 06 Juli 2020 01:08

Kasus Demam Berdarah di Blitar Melonjak: 9 Bulan, 634 Warga Terjangkit

Kamis, 24 Oktober 2019 17:47 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Akina Nur Alana
Kasus Demam Berdarah di Blitar Melonjak: 9 Bulan, 634 Warga Terjangkit
Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Kasus penyakit demam berdarah (DB) di Kabupaten Blitar melonjak di tahun 2019. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat dari Januari hingga September sudah ada 634 orang yang menderita penyakit tersebut.

Jumlah ini tentu meningkat dibanding jumlah kasus yang sama di tahun 2018. Dari Januari hingga Desember, jumlah penderita DB mencapai 534 kasus dengan delapan penderita meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan dari jumlah 634 kasus itu, delapan di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Namun delapan anak itu meninggal dunia saat puncak demam berdarah, yakni periode Januari hingga Maret lalu. Delapan anak yang meninggal dunia ini, kata Krisna, rentang usianya antara 5 - 15 tahun.

"Tahun 2019 ini hingga bulan September kami mencatat ada 634 kasus. Nah, dari ratusan kasus ini delapan di antaranya meninggal dunia pada periode Januari hingga Maret lalu, " ungkap Krisna, Kamis (24/10/2019).

Krisna mengaku, tingginya kasus DB Kabupaten Blitar, selain disebabkan siklus lima tahunan juga karena masih rendahnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga mendukung berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah.

"Kami tidak henti-hentinya meminta masyarakat agar rajin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Utamanya di wilayah endemis atau yang setiap tahun ada warganya yang kena DB. Seperti di Kecamatan Udanawu, Ponggok, Srengat, Sanankulon, Nglegok, Kanigoro, Selopuro dan Wlingi. PSN ini penting dilakukan, karena fogging tidak bisa serta merta membunuh jentik nyamuk," tegasnya.

Data Dinkes Kabupaten Blitar menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir siklus DB cenderung mengalami peningkatan. Jumlah penderita demam berdarah tahun 2015 tercatat sebanyak 356 orang, kemudian 2016 turun menjadi 308 orang, lalu di tahun 2017 turun lagi menjadi 84 orang. Selanjutnya pada tahun 2018 naik tajam mencapai 534 kasus, dan tahun ini tercatat baru hingga akhir September sudah ada 634 kasus. (ina/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...