Kamis, 21 November 2019 09:45

Memohon Hujan Turun, Polres Pasuruan Gelar Salat Istisqa

Senin, 14 Oktober 2019 21:40 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Andy Fachrudin
Memohon Hujan Turun, Polres Pasuruan Gelar Salat Istisqa
Salat istisqa yang digelar di halaman Mapolres Pasuruan, Senin (14/10/2019).

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Jajaran Polres, TNI, bersama ratusan ulama dan santri di Pasuruan menggelar salat istisqa dan berdoa bersama memohon hujan turun.

“Saat ini kabut asap akibat dari kebakaran lahan semakin parah, ditambah dengan minimnya curah hujan yang turun. Salah satu caranya yakni dengan melaksanakan salat istisqa dan dzikir bersama memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan,” ujar Kapolres Pasuruan AKBP. Rofiq Ripto Himawan., S.I.K., S.H., M.H., saat memberikan sambutan setelah salat dan doa bersama.

Rofiq menambahkan bahwa kemarau yang berkepanjangan memberikan dampak pada kebakaran hutan dan lahan. Hal itu terjadi karena ulah manusia yang tidak bertanggungjawab.

“Pada sisi lain dengan kejadian ini, terutama kabut asap juga merupakan ujian yang diberikan oleh Allah. Sehingga kita untuk selalu mendekatkan diri kepada-Nya untuk memohon ampunan dari segala dosa-dosa yang pernah kita lakukan,” jelas dia.

Pada kesempatan ini, kapolres juga memerintahkan para kapolsek untuk melakukan salat istisqa di wilayahnya masing-masing dengan mengajak seluruh masyarakat.

“Dengan dilakukannya salat istisqa yang merupakan satu di antara ikhtiar kita ini diharapkan segera hujan turun. Sehingga kabut asap yang sangat mengganggu kesehatan ini bisa segera hilang,” papar dia.

Salat istisqa yang dilaksanakan di halaman mako Polres Pasuruan dipimpin Ketua MUI Kabupaten Pasuruan KH. Nurul Huda dan dilanjutkan doa bersama.

Tidak hanya personel Polres Pasuruan yang beragama Islam, personel polres yang yang beragama nonmuslim juga ikut melaksanakan kegiatan permohonan doa sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Terkait daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ada lima kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Lima kecamatan itu rawan Karhutla karena memiliki lahan gambut seperti di Kecamatan Prigen. Gunung Welirang, dan Arjuno. (maf/par/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Senin, 18 November 2019 12:31 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...