Kamis, 14 November 2019 23:09

Kesbangpol Trenggalek Gelar Rakor Penanganan Konflik Sosial dan Kewaspadaan Dini

Senin, 14 Oktober 2019 14:53 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Herman Subagyo
Kesbangpol Trenggalek Gelar Rakor Penanganan Konflik Sosial dan Kewaspadaan Dini
Kepala Kesbangpol Trenggalek Widarsono saat menyampaikan sambutan. foto: Herman/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Rapat koordinasi penanganan konflik sosial dan kewaspadaan dini dalam rangka menciptakan ketentraman dan ketertiban masyarakat tahun 2019 digelar di ruang lantai dua gedung Bhawarasa Trenggalek, Senin (14/10).

Dalam laporannya, Kepala Kesbangpol Trenggalek Widarsono menyebut, maksud dan tujuan kegiatan ini sebagai sarana komunikasi, koordinasi, dan penguatan sinergitas antar aparat terkait dalam upaya mengatasi dan mengantisipasi adanya konflik sosial di wilayah kabupaten Trenggalek.

Selain itu, untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif di kabupaten Trenggalek menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden pada tanggal 20 Oktober 2019 dan pilkada serentak tahun 2020.

Rapat koordinasi kali ini diikuti oleh 130 orang dari berbagai elemen. Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin dalam kesempatan yang sama menyampaikan tentang empat hal yang kemungkinan memicu terjadinya konflik sosial.

Pertama, adanya proyek pansela; kedua adanya proyek pembangunan bendungan Bagong; ketiga ekses peristiwa di Wamena provinsi Papua; keempat adanya gejolak politik nasional seperti aksi demonstrasi terhadap ketidaksetujuan terhadap RUUKHUP dan Demonstrasi yang di indikasikan adanya upaya penggagalan pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang.

"Isu yang paling penting, adalah kita harus mensukseskan proyek strategis nasional," katanya saat menyampaikan sambutan.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan forum ini hendaknya bisa sinergi dengan muspika, dan ia pun berharap agar peserta diskusi kali ini ikut turut serta mensukseskan proyek strategis nasional.

"Bila proyek strategis nasional itu tidak jalan, itu berarti kita tidak bisa sukses," ucapnya.

Masih menurut AKBP Calvijn, saat dirinya menjabat sebagai Kapolres Trenggalek, ia mendengar bahwa dalam sejarahnya Trenggalek itu selalu aman dari peristiwa konflik sosial kendati demikian ia tetap meminta forum diskusi tidak underestimate.

"Trenggalek dalam sejarahnya aman, tapi kita tidak boleh underestimate. Kita harus terus melakukan deteksi kewaspadaan dini terhadap gejala konflik sosial," cetusnya. (man/dur)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...