Kamis, 04 Juni 2020 20:27

Arkeolog Temukan Pagar Keliling Candi Gedog, Sananwetan Blitar

Jumat, 11 Oktober 2019 07:22 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Akina Nur Alana
Arkeolog Temukan Pagar Keliling Candi Gedog, Sananwetan Blitar
Tim melakukan ekskavasi awal di Candi Gedog, Kelurahan Gedog, Sananwetan Kota Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Arkeolog Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan masih melakukan ekskavasi awal di Candi Gedog, Kelurahan Gedog, Sananwetan Kota Blitar.

Kekinian, tim ekskavasi yang terdiri dari tujuh orang itu menemukan pagar keliling bangunan Candi Gedog. Diperkirakan, pagar keliling candi berbentuk bujur sangkar itu memiliki luas 25 m x 25 meter.

Ketua Tim Ekskavasi Candi Gedog dari BPCB Trowulan, Nugroho Harjo Lukito mengatakan ada tiga sudut pagar keliling bangunan candi yang ditemukan. Ketiga sudut pagar keliling itu berada di Tenggara, Barat Daya, dan Barat Laut.

Selain memiliki luas 25 x 25 meter, pagar keliling bangunan candi tersebut diperkirakan berbentuk bujur sangkar.

"Ada tiga sudut yang sudah terlihat. Meski struktur bata antara sudut di Tenggara dan Barat Daya belum terlihat sambungannya. Kami masih menggali lagi untuk menemukan bagian bawah bangunan pagar," ungkap Nugroho Harjo Lukito, Jumat (11/10/2019).

Dia menjelaskan, pagar keliling yang ditemukan itu, menjadi penanda batas sakral bangunan candi. Sementara bangunan utama candi ada di dalam pagar keliling. Tetapi, hingga kini pihaknya belum mengetahui bentuk bangunan utama candi. Menurutnya, bentuk bangunan utama candi bisa model tertutup, model altar yang tinggi, atau sebuah petirtaan.

"Bangunan utamanya ada di dalam pagar keliling. Mungkin di barat pohon beringin. Perlu ekskavasi lanjutan untuk mengetahui bentuk bangunan utama candi," tuturnya.

Untuk diketahui, satu tim yang terdiri dari tujuh orang arkeolog BPCB mulai melakukan ekskavasi di lokasi penemuan Candi Gedog. Ekskavasi tahap awal ini dilakukan selama lima hari, mulai 7-11 Oktober.

Keberadaan Candi Gedog ini mulai terkuak, sekitar satu bulan lalu. Saat itu warga menemukan sebuah arca kepala kala di lahan jagung Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

BPCB menduga kuat di lokasi dulunya merupakan kompleks bangunan percandian di era Majapahit. Hal itu berdasarkan penemuan beberapa benda di lokasi tersebut.

Keberadaan Candi Gedog itu juga dituliskan Raffles dalam buku History of Java volume II terbitan 1887. (ina/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...