Jumat, 18 Oktober 2019 16:46

Aksi Turun Jalan Jilid 2, Ratusan Mahasiswa Tuntut Hentikan Tindakan Pelanggaran HAM

Selasa, 01 Oktober 2019 12:33 WIB
Editor: .
Wartawan: Yudi Indrawan
Aksi Turun Jalan Jilid 2, Ratusan Mahasiswa Tuntut Hentikan Tindakan Pelanggaran HAM
Aksi mahasiswa gabungan di Jember saat demo di depan kantor DPRD setempat.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Ratusan mahasiswa dari sejumlah Universitas di Kabupaten Jember hari ini kembali melakukan aksi turun jalan menyampaikan sejumlah tuntutan, Selasa (1/10). Mereka yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Jember sebelumnya melakukan aksi long march dari masing-masing kampus menuju titik kumpul di Bundaran DPRD Jember, Jawa Timur.

Tuntutan utama mereka, agar oknum aparat menghentikan tindakan represif dan segala bentuk pelanggaran HAM. 

Dengan menggunakan mobil bak terbuka lengkap dengan pengeras suara, tepat pukul 09.30 WIB aksi dimulai dengan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Gugur Bunga. Hal ini digambarkan mahasiswa sebagai bentuk matinya hati nurani pemerintah, DPRD, dan aparat. Serta, sebagai bentuk menghormati mahasiswa yang meninggal karena penembakan yang dilakukan oknum aparat saat demo menolak RUU KUHP di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9/2019) lalu.

"Gugurnya rekan kita akibat tindakan represif aparat harus dihentikan. Krisis kemanusiaan di Wamena, kebakaran hutan, banyak asap, bagaimana ibu pertiwi menangis melihat bumi dan alamnya rusak," kata salah seorang orator.

Secara bergantian para mahasiswa menyampaikan orasinya, dengan membacakan sumpah mahasiswa, dan juga sejumlah tuntutan yang di bacakan saat di lokasi.

Berikut sejumlah tuntutan dari Aliansi Mahasiswa Jember:

1. Hentikan segala bentuk represif dan kriminalisasi gerakan aksi pelajar, mahasiswa, dan rakyat.

2. Menolak RUU Pertanahan

3. Mendesak pemerintah pusat untuk segera menanggulangi bencana dan menyelamatkan korban, tangkap, dan adili pengusaha dan korporasi pembakaran hutan, serta cabut dan hentikan HGU dan hentikan pemberian izin baru bagi perusahaan besar perkebunan.

4. Mendesak pemerintah menerbitkan Perppu pencabutan UU KPK.

5. Tarik seluruh komponen militer, usut tuntas pelanggaran HAM, buka ruang demokrasi seluas-luasnya di Papua.

6. Tuntaskan pelanggaran HAM dan HAM berat, serta adili penjahat HAM

7. Mendesak Presiden untuk menerbitkan Perppu terkait UU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan.

Pantauan di lokasi aksi, hingga pukul 10.30 WIB, orasi dan kegiatan menyampaikan pendapat masih dilakukan, kemudian dilanjutkan menuju gedung dewan untuk masuk menemui wakil rakyat. (jbr1/yud) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...