Aksi mahasiswa gabungan di Jember saat demo di depan kantor DPRD setempat.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Ratusan mahasiswa dari sejumlah Universitas di Kabupaten Jember hari ini kembali melakukan aksi turun jalan menyampaikan sejumlah tuntutan, Selasa (1/10). Mereka yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Jember sebelumnya melakukan aksi long march dari masing-masing kampus menuju titik kumpul di Bundaran DPRD Jember, Jawa Timur.
Tuntutan utama mereka, agar oknum aparat menghentikan tindakan represif dan segala bentuk pelanggaran HAM.
BACA JUGA:
- Demo Tuntut Reformasi Birokrasi, BEM Unira Segel Ruangan Kantor Bupati Pamekasan
- Lepas Ribuan Mahasiswa KKN Kolaboratif, Bupati Jember Beri Banyak PR, Khususnya Masalah Kemiskinan
- Demo Indonesia Gelap Meledak, Prabowo Jangan Hanya Omon-Omon, Ini Lima Tuntutan Mahasiswa
- Aksi 'Indonesia Gelap', Mahasiswa di Berbagai Daerah Gelar Demo

Dengan menggunakan mobil bak terbuka lengkap dengan pengeras suara, tepat pukul 09.30 WIB aksi dimulai dengan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Gugur Bunga. Hal ini digambarkan mahasiswa sebagai bentuk matinya hati nurani pemerintah, DPRD, dan aparat. Serta, sebagai bentuk menghormati mahasiswa yang meninggal karena penembakan yang dilakukan oknum aparat saat demo menolak RUU KUHP di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9/2019) lalu.

"Gugurnya rekan kita akibat tindakan represif aparat harus dihentikan. Krisis kemanusiaan di Wamena, kebakaran hutan, banyak asap, bagaimana ibu pertiwi menangis melihat bumi dan alamnya rusak," kata salah seorang orator.
Secara bergantian para mahasiswa menyampaikan orasinya, dengan membacakan sumpah mahasiswa, dan juga sejumlah tuntutan yang di bacakan saat di lokasi.
Berikut sejumlah tuntutan dari Aliansi Mahasiswa Jember:
1. Hentikan segala bentuk represif dan kriminalisasi gerakan aksi pelajar, mahasiswa, dan rakyat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




