Selasa, 10 Desember 2019 00:38

Ingin Menang Pilkada, Kandidat Harus Penuhi Batas Aman Elektabilitas 35% di Januari 2020

Senin, 23 September 2019 01:35 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Ingin Menang Pilkada, Kandidat Harus Penuhi Batas Aman Elektabilitas 35% di Januari 2020
Surokim Abdussalam, peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bursa kandidat calon kepala daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 semakin ramai. Hal itu seiring dengan dimulainya proses penjaringan calon kepala daerah yang tengah dilakukan PDI Perjuangan. Sementara partai lainnya seperti NasDem, PKB, dan Golkar akan menyusul dalam waktu dekat.

Di Jawa Timur, dari 19 Pilkada yang akan dilaksanakan pada bulan September 2020, Pilkada Surabaya yang paling menjadi pusat perhatian. Pasalnya, Tri Rismaharini wali kota incumbent sudah tak bisa mencalonkan diri karena terbentur regulasi, sebab sudah dua kali menjabat. Praktis, saat ini belum ada figur sekuat Risma.

"Figur Risma masih sangat kuat, bahkan tingkat kepuasan masyarakat kota Surabaya pada beliau mencapai 82 persen. Sementara calon yang ada saat ini belum ada yang menyentuh angka 20 persen. Ini tantangan sekaligus peluang bagi para kandidat," beber Surokim Abdussalam, peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Ahad (22/9).

Menurut Surokim, tidak adanya figur kuat membuat kesempatan relatif terbuka bagi semua kandidat. Termasuk bagi kandidat yang berasal dari luar Surabaya atau dari ibu kota sekalipun.

Surokim menyinggung adanya kepala daerah dari luar Surabaya yang digadang maju dalam Pilwali Surabaya. Menurutnya, migrasi kepala daerah hal yang wajar di era demokrasi selama sesuai aturan.

Namun, dirinya mengingatkan siapa pun yang ingin maju pilkada harus mencapai batas aman elektabilitas 35 persen. Bila di awal Januari bisa mencapai 35 persen, maka yang bersangkutan layak mendapat rekom dan maju dalam kontestasi pilkada.

"Kalau pada bulan Januari elektabilitas kandidat mencapai 35 persen, maka ia layak mendapat rekom. Peluang untuk menang pun akan terbuka. Karena peluang mencapai 55 persen yang merupakan ambang batas aman kemenangan akan lebih mudah," imbuh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura tersebut.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menanggapi muncul namanya di bursa calon Pilwali Surabaya. Bupati yang dikenal inovatif semenjak memimpin Pamekasan itu mengaku siap jika memang partai menugasinya.

"Sebagai petugas partai tidak ada pilihan. Siap ditempatkan di mana saja," ujar Baddrut usai menjadi pembicara pada acara Talkshow Inovasi Menghadapi Industri 4.0, yang di gelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Surabaya, Sabtu (21/9).

Baddrut yang juga Sekretaris DPW PKB Jatim itu melanjutkan, saat ini partainya tengah melakukan survei dan mengkaji semua nama yang muncul di masyarakat. Seberapa peluang nama-nama tersebut menang di Pilwali Surabaya 2020.

"Jadi bukan hanya miliki survei kuat, tapi juga peluang yang kuat untuk menang. Visi kuat tidak cukup tanpa kemungkinan menang," ungkap mantan Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur itu. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 09 Desember 2019 06:11 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Untuk menyambut peringatan hari jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-248 pada 18 Desember 2019, Kabupaten yang berjuluk The Sunrise of Java ini menggelar parade seni budaya Kuwung dengan tema "Gumelare Bumi Blambangan" Sab...
Senin, 09 Desember 2019 23:53 WIB
Oleh: Sila Basuki, SH, MBA Tren kemenangan seorang calon independen dalam pilkada Kota Surabaya akan sangat mungkin terjadi, mengingat di beberapa kota lain juga bisa terjadi. Berkat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, tentang peruba...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...