Selasa, 07 Juli 2020 12:02

Ingin Menang Pilkada, Kandidat Harus Penuhi Batas Aman Elektabilitas 35% di Januari 2020

Senin, 23 September 2019 01:35 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Ingin Menang Pilkada, Kandidat Harus Penuhi Batas Aman Elektabilitas 35% di Januari 2020
Surokim Abdussalam, peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bursa kandidat calon kepala daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 semakin ramai. Hal itu seiring dengan dimulainya proses penjaringan calon kepala daerah yang tengah dilakukan PDI Perjuangan. Sementara partai lainnya seperti NasDem, PKB, dan Golkar akan menyusul dalam waktu dekat.

Di Jawa Timur, dari 19 Pilkada yang akan dilaksanakan pada bulan September 2020, Pilkada Surabaya yang paling menjadi pusat perhatian. Pasalnya, Tri Rismaharini wali kota incumbent sudah tak bisa mencalonkan diri karena terbentur regulasi, sebab sudah dua kali menjabat. Praktis, saat ini belum ada figur sekuat Risma.

"Figur Risma masih sangat kuat, bahkan tingkat kepuasan masyarakat kota Surabaya pada beliau mencapai 82 persen. Sementara calon yang ada saat ini belum ada yang menyentuh angka 20 persen. Ini tantangan sekaligus peluang bagi para kandidat," beber Surokim Abdussalam, peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Ahad (22/9).

Menurut Surokim, tidak adanya figur kuat membuat kesempatan relatif terbuka bagi semua kandidat. Termasuk bagi kandidat yang berasal dari luar Surabaya atau dari ibu kota sekalipun.

Surokim menyinggung adanya kepala daerah dari luar Surabaya yang digadang maju dalam Pilwali Surabaya. Menurutnya, migrasi kepala daerah hal yang wajar di era demokrasi selama sesuai aturan.

Namun, dirinya mengingatkan siapa pun yang ingin maju pilkada harus mencapai batas aman elektabilitas 35 persen. Bila di awal Januari bisa mencapai 35 persen, maka yang bersangkutan layak mendapat rekom dan maju dalam kontestasi pilkada.

"Kalau pada bulan Januari elektabilitas kandidat mencapai 35 persen, maka ia layak mendapat rekom. Peluang untuk menang pun akan terbuka. Karena peluang mencapai 55 persen yang merupakan ambang batas aman kemenangan akan lebih mudah," imbuh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura tersebut.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menanggapi muncul namanya di bursa calon Pilwali Surabaya. Bupati yang dikenal inovatif semenjak memimpin Pamekasan itu mengaku siap jika memang partai menugasinya.

"Sebagai petugas partai tidak ada pilihan. Siap ditempatkan di mana saja," ujar Baddrut usai menjadi pembicara pada acara Talkshow Inovasi Menghadapi Industri 4.0, yang di gelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Surabaya, Sabtu (21/9).

Baddrut yang juga Sekretaris DPW PKB Jatim itu melanjutkan, saat ini partainya tengah melakukan survei dan mengkaji semua nama yang muncul di masyarakat. Seberapa peluang nama-nama tersebut menang di Pilwali Surabaya 2020.

"Jadi bukan hanya miliki survei kuat, tapi juga peluang yang kuat untuk menang. Visi kuat tidak cukup tanpa kemungkinan menang," ungkap mantan Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur itu. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...