Pembangunan Sekolah Rakyat Rp1,1 Triliun Dikebut, Progres di Tuban Capai 26 Persen

Pembangunan Sekolah Rakyat Rp1,1 Triliun Dikebut, Progres di Tuban Capai 26 Persen Progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Tuban

TUBAN,BANGSAONLINE.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Timur senilai Rp1,165 triliun dengan target rampung pada 20 Juni 2026.

Pembangunan Sekolah Rakyat tersebut tersebar di lima lokasi, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sampang, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Tuban.

Hingga saat ini, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Tuban telah mencapai 26,344 persen. Sementara progres keseluruhan proyek di Jawa Timur mencapai 33,311 persen.

Kepala Lapangan PT Waskita Karya, Agus Saputra, mengatakan percepatan pekerjaan terus dilakukan agar proyek dapat segera difungsikan sesuai target.

"Proyek SR merupakan program strategis nasional yang harus selesai tepat waktu. Pelaksana proyek perlu mengantisipasi potensi hambatan. Mulai dari ketersediaan material hingga tenaga kerja," ungkap Agus, Rabu (8/04/2026).

Ia menjelaskan, saat ini pekerjaan telah memasuki tahap galian tiang pancang atau pile cap untuk gedung Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, pemasangan pagar permanen dari beton juga mulai dilakukan.

" Pagar permanen dari beton pun sudah mulai dipasang," sambungnya.

Agus menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat di Tuban merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Pembangunan Sekolah Rakyat di Tuban sejalan dengan implementasi Asta Cita Pemerintah terkait peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pemerataan pendidikan. Proyek ini pun sangat penting karena termasuk ke dalam program prioritas Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan di Tanah Air," kata Agus.

Ia menambahkan, melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem. 

Program ini juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan SDM unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

"Program Sekolah Rakyat menerapkan pendekatan pendidikan berbasis asrama yang dinilai lebih efektif menjaga keberlanjutan belajar bagi anak dari keluarga miskin maupun miskin esktrem. Maka kami memastikan seluruh fasilitas tersedia demi menyukseskan proses belajar mengajar dan pembentukan karakter," tuturnya.

Selain membangun gedung sekolah dari jenjang SD hingga SMA, Waskita juga mengerjakan fasilitas pendukung seperti asrama siswa dan guru, kantin, sarana olahraga, tempat ibadah, serta gedung serbaguna.

"Sebagai BUMN Konstruksi yang telah berpengalaman selama 65 tahun, Waskita berupaya membangun infrastruktur yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Jika seluruh anak Indonesia mendapatkan fasilitas pendidikan memadai, maka kemajuan bangsa pada berbagai bidang dapat segera terwujud," tutur dia.

Agus Saputra menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya dilakukan di Tuban, tetapi juga di daerah lain di Jawa Timur, yakni Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, dan Kota Surabaya.

"Ke depannya Waskita Karya akan terus membangun lebih banyak Sekolah Rakyat guna membantu pemerintah mewujudkan target 500 Sekolah Rakyat hingga 2029. Bagi kami pembangunan proyek ini bukan sekadar menyelesaikan konstruksi, tapi juga bagian dari tanggung jawab mencerdaskan anak Indonesia," pungkasnya. (coi/van)