Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Fahrian Saleh Siregar memberikan keterangan kepada wartawan.

"Katanya, berkaitan dengan kejadian pada saat Operasi Patuh Semeru kemarin, banyak pengendara yang ditilang polisi gara-gara enggak punya SIM. Padahal penilangan itu tidak hanya berkaitan dengan SIM saja," terangnya.
Ada delapan prioritas pelanggaran yang menjadi fokus Satlantas Polresta Sidoarjo dalam Operasi Patuh Semeru 2019. Di antaranya, helm SNI, berkendara dengan menggunakan handphone, pengendara di bawah umur, melebih batas kecepatan, terpengaruh alkohol, melawan arus, tidak menggunakan safety belt, dan menggunakan lampu rotator/strobo.
"Ketika ditilang masalah SIM, itu hanya efek domino saja. Jadi, silakan disampaikan kepada masyarakat bahwa membuat SIM di Sidoarjo itu mudah," tandasnya.
Sementara, Ketua LSM Seven Gab Isdianto mengungkapkan bahwa dirinya sempat menerima aduan dari masyarakat bahwa membuat SIM sulit di Sidoarjo. Selain itu, ia juga melihat banyaknya antrean pengendara di Kejaksaan Negeri Sidoarjo untuk mengambil tilang.
"Saya rasa anggapan kami memang demikian, pengurusan SIM di Sidoarjo selama ini sulit. Tapi setelah mendengar penjelasan dari Kasat, ternyata juga tidak sulit. Hanya saja, kita butuh belajar dan benar-benar mematuhi agar bisa lolos ujian. Kita juga belum tahu proses di lapangan seperti apa," singkat Isdianto. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




