Selasa, 02 Juni 2020 11:34

Atasi Warna Hitam Air Bengawan Solo, PDAM Bojonegoro Campurkan Tawas dan Lumpur

Jumat, 13 September 2019 20:34 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Eky Nurhadi
Atasi Warna Hitam Air Bengawan Solo, PDAM Bojonegoro Campurkan Tawas dan Lumpur
Tampak air Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Ngraho Bojonegoro berwarna hitam. Perubahan warna air sungai itu diduga akibat terkena limbah industri batik dari Jateng. foto: EKY NURHADI/ BANGSAONLINE

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan eksperimen untuk merubah warna air Sungai Bengawan Solo yang menjadi hitam akibat terkena limbah industri batik dari wilayah Jawa Tengah.

Diketahui, air Bengawan Solo dua minggu terkahir ini berubah warna hitam seperti oli. Padahal, air sungai terpanjang di pulau Jawa itu digunakan untuk mencukupi kebutuhan air oleh masyarakat sehari-hari, mulai pertanian, pabrik, hingga PDAM.

"Kami ada empat titik mesin yang menyedot air dari Sungai Bengawan Solo, mulai dari Kecamatan Padangan Purwoasri, Trucuk, dan Kanor untuk kita proses," jelas Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Bojonegoro, Joko Siswanto Jumat, (13/9/19).

Ia menjelaskan, untuk melawan air bengawan yang berwarna hitam akibat limbah tersebut, PDAM melakukan eksperimen dengan mencampurkan air yang disedot dengan lumpur tanah. Tujuannya supaya air dapat berubah jernih lagi.

"Kami tidak ingin mengecewakan pelanggan. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kualitas air yang jernih, sehat, dan layak konsumsi," jelasnya.

Selain dengan lumpur, pihaknya juga mencampurkan kaporit dan tawas. Kata dia, tawas berfungsi membersihkan kotoran dan menjernihkan air.

"Sementara masih aman untuk digunakan kebutuhan sehari-hari, tetapi kami ya keberatan. Untuk minum, saya kira masyarakat lebih menggunakan air isi ulang dan kemasan. Air PDAM rata-rata digunakan mandi, mencuci," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, air Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, diduga tercampur limbah pabrik batik, sehingga airnya berubah warna. Air yang biasanya jernih menjadi berwarna hitam pekat seperti oli.

Berubahnya warna pada air sungai itu membawa dampak berbahaya apabila dikonsumsi untuk minum. Untuk menelusuri dari daerah mana limbah tersebut dibuang ke bengawan, DLH Bojonegoro bekerja sama dengan DLH Provinsi Jawa Timur. (nur/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Senin, 01 Juni 2020 12:19 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<...