Senin, 21 Oktober 2019 06:11

Atasi Warna Hitam Air Bengawan Solo, PDAM Bojonegoro Campurkan Tawas dan Lumpur

Jumat, 13 September 2019 20:34 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Eky Nurhadi
Atasi Warna Hitam Air Bengawan Solo, PDAM Bojonegoro Campurkan Tawas dan Lumpur
Tampak air Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Ngraho Bojonegoro berwarna hitam. Perubahan warna air sungai itu diduga akibat terkena limbah industri batik dari Jateng. foto: EKY NURHADI/ BANGSAONLINE

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan eksperimen untuk merubah warna air Sungai Bengawan Solo yang menjadi hitam akibat terkena limbah industri batik dari wilayah Jawa Tengah.

Diketahui, air Bengawan Solo dua minggu terkahir ini berubah warna hitam seperti oli. Padahal, air sungai terpanjang di pulau Jawa itu digunakan untuk mencukupi kebutuhan air oleh masyarakat sehari-hari, mulai pertanian, pabrik, hingga PDAM.

"Kami ada empat titik mesin yang menyedot air dari Sungai Bengawan Solo, mulai dari Kecamatan Padangan Purwoasri, Trucuk, dan Kanor untuk kita proses," jelas Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Bojonegoro, Joko Siswanto Jumat, (13/9/19).

Ia menjelaskan, untuk melawan air bengawan yang berwarna hitam akibat limbah tersebut, PDAM melakukan eksperimen dengan mencampurkan air yang disedot dengan lumpur tanah. Tujuannya supaya air dapat berubah jernih lagi.

"Kami tidak ingin mengecewakan pelanggan. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kualitas air yang jernih, sehat, dan layak konsumsi," jelasnya.

Selain dengan lumpur, pihaknya juga mencampurkan kaporit dan tawas. Kata dia, tawas berfungsi membersihkan kotoran dan menjernihkan air.

"Sementara masih aman untuk digunakan kebutuhan sehari-hari, tetapi kami ya keberatan. Untuk minum, saya kira masyarakat lebih menggunakan air isi ulang dan kemasan. Air PDAM rata-rata digunakan mandi, mencuci," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, air Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, diduga tercampur limbah pabrik batik, sehingga airnya berubah warna. Air yang biasanya jernih menjadi berwarna hitam pekat seperti oli.

Berubahnya warna pada air sungai itu membawa dampak berbahaya apabila dikonsumsi untuk minum. Untuk menelusuri dari daerah mana limbah tersebut dibuang ke bengawan, DLH Bojonegoro bekerja sama dengan DLH Provinsi Jawa Timur. (nur/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...