Sabtu, 16 Januari 2021 00:25

Atasi Warna Hitam Air Bengawan Solo, PDAM Bojonegoro Campurkan Tawas dan Lumpur

Jumat, 13 September 2019 20:34 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Eky Nurhadi
Atasi Warna Hitam Air Bengawan Solo, PDAM Bojonegoro Campurkan Tawas dan Lumpur
Tampak air Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Ngraho Bojonegoro berwarna hitam. Perubahan warna air sungai itu diduga akibat terkena limbah industri batik dari Jateng. foto: EKY NURHADI/ BANGSAONLINE

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan eksperimen untuk merubah warna air Sungai Bengawan Solo yang menjadi hitam akibat terkena limbah industri batik dari wilayah Jawa Tengah.

Diketahui, air Bengawan Solo dua minggu terkahir ini berubah warna hitam seperti oli. Padahal, air sungai terpanjang di pulau Jawa itu digunakan untuk mencukupi kebutuhan air oleh masyarakat sehari-hari, mulai pertanian, pabrik, hingga PDAM.

"Kami ada empat titik mesin yang menyedot air dari Sungai Bengawan Solo, mulai dari Kecamatan Padangan Purwoasri, Trucuk, dan Kanor untuk kita proses," jelas Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Bojonegoro, Joko Siswanto Jumat, (13/9/19).

Ia menjelaskan, untuk melawan air bengawan yang berwarna hitam akibat limbah tersebut, PDAM melakukan eksperimen dengan mencampurkan air yang disedot dengan lumpur tanah. Tujuannya supaya air dapat berubah jernih lagi.

"Kami tidak ingin mengecewakan pelanggan. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kualitas air yang jernih, sehat, dan layak konsumsi," jelasnya.

Selain dengan lumpur, pihaknya juga mencampurkan kaporit dan tawas. Kata dia, tawas berfungsi membersihkan kotoran dan menjernihkan air.

"Sementara masih aman untuk digunakan kebutuhan sehari-hari, tetapi kami ya keberatan. Untuk minum, saya kira masyarakat lebih menggunakan air isi ulang dan kemasan. Air PDAM rata-rata digunakan mandi, mencuci," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, air Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, diduga tercampur limbah pabrik batik, sehingga airnya berubah warna. Air yang biasanya jernih menjadi berwarna hitam pekat seperti oli.

Berubahnya warna pada air sungai itu membawa dampak berbahaya apabila dikonsumsi untuk minum. Untuk menelusuri dari daerah mana limbah tersebut dibuang ke bengawan, DLH Bojonegoro bekerja sama dengan DLH Provinsi Jawa Timur. (nur/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 11 Januari 2021 16:42 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Kerusuhan politik yang dilakukan pendukung fanatik Presiden Donald Trump menelan banyak korban jiwa. Setidaknya, empat pendukung Trump dan dua polisi dikabarkan meninggal dunia terkait aksi demo anarkis di Gedung Cap...
Jumat, 15 Januari 2021 23:19 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...