Sabtu, 19 Oktober 2019 07:37

Tepis Anggapan NU Menganak-Emaskan PKB, Begini Penjelasan Ketua PCNU Jember

Kamis, 05 September 2019 12:58 WIB
Editor: .
Wartawan: Yudi Indrawan
Tepis Anggapan NU Menganak-Emaskan PKB, Begini Penjelasan Ketua PCNU Jember
Silaturrahim anggota DPRD Jember terpilih dari Fraksi PKB di Kantor PCNU setempat.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Adanya kedekatan partai politik dengan ormas Nahdlatul Ulama (NU), tidak menjadi persoalan. Asalkan ada bukti dan benar-benar memperjuangkan warga NU serta ta'dim dengan ulama. Hal itu diungkapkan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jember Abdullah Syamsul Arifin, usai membaiat sejumlah anggota DPRD Jember terpilih dari Fraksi PKB di Kantor PCNU setempat.

Pria yang akrab dipanggil Gus Aab itu tidak mempersoalkan adanya partai politik yang mengklaim dekat dengan organisasi NU. Namun, kedekatan itu harus dibuktikan.

"Kadang ada pertanyaan dari beberapa partai politik yang merasa memiliki hubungan historis dengan NU. Kalau PKB disebut anak kandung NU karena memang betul-betul terlahir dari rahim NU. Ada yang merasa menjadi anak tertua NU. Ada pula yang menganggap sebagai anak ideologis NU. NU Tidak mempersoalkan siapa pun yang hendak mengklaim, tapi yang paling penting dibuktikan siapa yang jadi anak yang soleh," kata Gus Aab, Rabu (4/9/2019) petang.

Gus Aab mengaku pernah mendapat penjelasan dari Ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar. "Kenapa NU terkesan menganak-emaskan PKB dan ada anggapan menganak-tirikan yang lain, padahal ini keluarga besar NU. Di sinilah Kiai Marzuki menjawab, 'saya akan memperlakukan sama kepada seluruh kader NU yang ada di lembaga kekuatan politik mana pun kalau khidmat politik mereka juga sama seperti PKB. Saya tidak akan menganak-emaskan PKB kalau yang lain mewujudkan bakti yang sama seperti PKB'," katanya.

"Jadi tuntutan kepada NU untuk menjadi orang tua yang mengayomi semuanya, kami akan siap menjadi orang tua. Persoalannya, yang betul-betul mengaku anak dan taat pada orang tua itu yang harus diwujudkan terlebih dulu. Dan dalam proses-proses politik yang sampai hari ini yang secara formal keorganisasian melalui satu lembaga, baru PKB yang menunjukkan bakti dan buktinya sebagai anak kepada NU," kata Gus Aab.

PKB, menurutnya, selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan NU di semua tingkatan dalam setiap proses politik. Menurut Gus Aab, kebersamaan inilah yang jadi modal utama untuk mengonsolidasikan seluruh potensi NU.

PKB mempersilakan kepada PCNU untuk melaporkan legislator partai tersebut yang dianggap melanggar kaidah dab akidah ahlussunnah wal jamaah. "Kalau terbukti, tidak segan-segan DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) PKB akan memecat," kata Gus Aab.

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC PKB Ayub Junaidi menyampaikan, dengan adanya kedekatan dengan NU, PKB ta'dim kepada ulama dan melaporkan segala hasil kegiatan yang telah dilaksanakan terkait hasil ulama. "Sehingga kami sebagai anak dari Nahdlatul Ulama. Kita memohon doa restu, agar perjalanan Fraksi PKB ke depan bisa berkhidmat untuk kepentingan NU. PKB ini didirikan untuk memperjuangkan Nahdliyin dari sisi politik," kata pria yang akrab dipanggil Cak Ayub ini.

Menurutnya, adanya PKB tidak lepas dari sejarah. "PKB berkhidmat, minta saran, dan doa dari Nahdlatul Ulama ini. Yang jelas dengan baiat kami yakin memunculkan percaya diri, agar selalu istikomah melayani rakyat," tandasnya. (jbr1/yud)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...