Sabtu, 19 Oktober 2019 07:32

Siswa SD di Jember Terlalu Nakal, Ancam Tusuk Guru, Sekolah Tak Sanggup, Terancam Dikeluarkan

Selasa, 03 September 2019 22:19 WIB
Editor: Maulana
Wartawan: Yudi Indrawan
Siswa SD di Jember Terlalu Nakal, Ancam Tusuk Guru, Sekolah Tak Sanggup, Terancam Dikeluarkan
Guru sekolah tempat OL belajar menunjukan foto siswa yang dinilai nakal.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - OL (13 tahun), salah seorang siswa sekolah dasar di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terancam akan dikeluarkan dari sekolah tempatnya belajar karena kenakalan yang dilakukannya dinilai di luar batas kewajaran. Menurut penuturan kepala sekolah, guru, dan juga teman-temannya, bocah lelaki ini sering melawan gurunya, dan juga sering berulah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Bahkan, kenakalan yang paling parah pernah dilakukan, yakni mengancam menusuk kepala sekolahnya dengan tiang bendera yang ujungnya runcing. Kejadian itu terjadi saat orang tuanya dipanggil ke sekolah.

“Jujur kita sudah tidak sanggup untuk mendidik anak ini. Karena kenakalannya itu dimulai sejak kelas 5 itu. Sekarang semakin menjadi (saat kelas 6), dan kami akan mengembalikan anak ini ke orang tuanya. Sebelum itu setelah pulang sekolah ini, kami akan ke Kantor Dispendik (Dinas Pendidikan) untuk melaporkan persoalan ini,” kata Ribut Irawan, Kepala Sekolah tempat OL belajar saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (3/9).

Kenakalan bocah yang tempat tinggalnya tidak jauh dari sekolah ini, kata Ribut, di luar batas kewajaran. “Kami juga memikirkan faktor keselamatan nyawa guru kami. Karena anak ini, kenakalannya itu, sudah berlebihan. Bahkan pernah mau menusuk saya (kepala sekolah, Red) dengan tiang bendera yang ujungnya runcing. Saat itu ia kami nasihati, dan saat itu orang tuanya dipanggil,” jelasnya.

Dengan persoalan ini, kata Ribut, pihaknya pun mempertimbangkan untuk mengeluarkan siswa tersebut dari sekolah. “Dengan adanya hal ini, suasana tidak kondusif, karena melawan guru, bahkan omongannya (ucapannya, red) kotor. Ngomong kasar, gulune guru kene ditugel (lehernya guru sini saya potong),” katanya menirukan ucapan OL.

(Identitas OL)

Bahkan yang membuatnya semakin kecewa, lanjut Ribut, orang tuanya juga kurang mempedulikan kenakalan anaknya. “Orang tuanya sendiri saja tidak dianggap, tidak bisa mendidik atau menangani. Bagaimana di sekolah? Kita kan hanya mendidik 5 jam saja. Jadi mungkin solusinya, anak ini dipindah atau dipondokkan,” ucapnya.

Senada dengan yang disampaikan Ribut, Guru Kelas 6 Sugiati yang sehari-hari mendidik OL, juga mengaku sangat geram dengan sikap dan perilakunya di kelas.

“Prestasinya tidak ada, selalu melawan gurunya, bahkan melebihi kenakalan ABG. Karena mungkin badannya bongsor dan juga pergaulannya di luaran sana,” kata Sugiati.

“Selain itu, jika disuruh untuk mengerjakan tugas, juga tidak pernah dikerjakan,” sambungnya.

Ia berharap siswa tersebut bisa dikonsultasikan ke psikolog. “Mungkin itu penanganan tepat. Karena kita berharap ada perubahan sikap dan anak ini menjadi lebih baik,” sambungnya.

Diketahui, sekolah tempat OL belajar memiliki 11 rombel, dengan jumlah seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6, sekitar 260 orang. Terkait kenakalan OL, sudah banyak diketahui juga oleh seluruh guru sekolah tersebut, yang mayoritas perempuan berjumlah 14 orang. (jbr1/yud/lan)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...