Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Bayu Halim Nugroho., S.H. S.I.K saat foto bersama di Gedung Command Center usai menyosialisasikan persiapan Gelar Operasi Patuh Semeru, Rabu (28/08/2019).

Ia juga menjelaskan, bahwa Satlantas Polres Pasuruan sudah menentukan titik-titik di mana akan dilaksanakannya operasi patuh tersebut, yakni lokasi yang berpotensi banyak pengendara melanggar lalu lintas.
"Saya berharap petugas jajaran Satlantas tak hanya fokus dalam melaksanakan operasi, tapi juga akan menyelipkan kegiatan preventif, yakni sosialisasi dengan Departemen Agama dan Dinas Pendidikan untuk menyisir sekolah atau madrasah yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan," terangnya.
"Namun perlu juga diketahui, bahwasanya Satlantas Polres Pasuruan juga tak segan-segan untuk melakukan tindakan secara tegas berupa tilang apabila nanti terdapat pelajar yang masih belum memiliki SIM dan nekat membawa motor ke sekolah bahkan di jalan raya. Mekanisme yang dilakukan oleh pihak kepolisian agar para orang tua mengetahui bahwa apa yang dilakukan oleh anaknya dengan membawa motor sebelum waktunya itu salah dan berbahaya bagi keselamatan anak itu sendiri dan pengendara lain," urainya.
Karena itu, ia menegaskan mekanisme penindakan terhadap pelajar belum cukup umur yang kedapatan membawa motor nanti sedikit berbeda. "Nantinya, motor akan kami amankan terlebih dahulu dan pada saat mau pengambilan motor, orang tua harus wajib dihadirkan. Orang tua wajib mengawasi anaknya dengan cara membuat surat pernyataan terlebih dahulu," pungkas Kasatlantas Polres Pasuruan. (maf/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




