Minggu, 23 Februari 2020 21:07

Tak Hadiri Panggilan Kejati, Anggota DPRD Jombang Wulang Suhardi Terancam Dijemput Paksa

Jumat, 16 Agustus 2019 22:07 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Anatasia Novarina
Tak Hadiri Panggilan Kejati, Anggota DPRD Jombang Wulang Suhardi Terancam Dijemput Paksa
Kasipenkum Kejati Jatim Richrad Marpaung, S.H., M.H. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wulang Suhardi, sosok yang diduga turut menerima aliran dana KUR fiktif Bank Jatim cabang Jombang, sudah tiga kali tidak memenuhi pemanggilan dari Kejati Jatim.

Ia pun terancam dijemput paksa untuk dihadirkan sebagai saksi kunci atas kasus rasuah yang lebih dulu menyeret Siswo Iryana sebagai narapidana tersebut.

Kasipenkum Kejati Jatim, Richard Marpaung mengatakan bahwa Wulang Suhardi tidak hadir ketika diminta hadir memenuhi panggilan penyidik Kejati Jatim untuk diperiksa pada Rabu (14/8) lalu.

"(Wulang Suhardi) tidak datang tanpa keterangan," singkat Richard Marpaung ketika dikonfirmasi, Jumat (16/8/2019).

Lantaran tidak bisa hadir memenuhi panggilan penyidik Kejati Jatim untuk ketiga kalinya, anggota DPRD Jombang ini pun terancam dijemput paksa. Akan tetapi, keputusan menjemput paksa tak serta merta dilakukan.

Dijelaskan Richard, sebelum pihaknya menjemput paksa Wulang, Kejati Jatim akan membahasnya lebih dulu dalam sebuah rapat bersama pimpinan. "Itu tergantung dari pertimbangan penyidik dan kebijakan pimpinan, apakah perlu dipanggil kembali atau jemput paksa. Masih akan dirapatkan," urainya.

Untuk diketahui, kasus kredit fiktif KUR Bank Jatim cabang Jombang Jilid II yang ditangani pihak Kejati Jatim sebelumnya memeriksa puluhan orang yang dianggap mengetahui kronologi perkara yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 19 miliar tersebut.

Puluhan orang yang diperiksa itu kemudian mengerucut hingga belasan. Dan terakhir tiga orang ditetapkan Kejati sebagai saksi paling mengetahui kasus ini sebenarnya. Mereka adalah Siswo Iryana, Wulang Suhardi, dan Aminatus Soliha.

Rupanya, dalam pemanggilan pertama semenjak mengerucutnya nama-nama ke dalam tiga besar itu, Kejati Jatim menetapkan Siswo Iryana sebagai tersangka dan menahannya.

Siswo diduga sengaja menggunakan sebanyak 50 identitas orang lain. Sebanyak 30 di antaranya disetujui dalam pengajuan kredit program bank berplat merah tersebut tahun 2010 hingga 2012 lalu. (ana/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...