Sabtu, 21 September 2019 10:47

Tak Hadiri Panggilan Kejati, Anggota DPRD Jombang Wulang Suhardi Terancam Dijemput Paksa

Jumat, 16 Agustus 2019 22:07 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Anatasia Novarina
Tak Hadiri Panggilan Kejati, Anggota DPRD Jombang Wulang Suhardi Terancam Dijemput Paksa
Kasipenkum Kejati Jatim Richrad Marpaung, S.H., M.H. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wulang Suhardi, sosok yang diduga turut menerima aliran dana KUR fiktif Bank Jatim cabang Jombang, sudah tiga kali tidak memenuhi pemanggilan dari Kejati Jatim.

Ia pun terancam dijemput paksa untuk dihadirkan sebagai saksi kunci atas kasus rasuah yang lebih dulu menyeret Siswo Iryana sebagai narapidana tersebut.

Kasipenkum Kejati Jatim, Richard Marpaung mengatakan bahwa Wulang Suhardi tidak hadir ketika diminta hadir memenuhi panggilan penyidik Kejati Jatim untuk diperiksa pada Rabu (14/8) lalu.

"(Wulang Suhardi) tidak datang tanpa keterangan," singkat Richard Marpaung ketika dikonfirmasi, Jumat (16/8/2019).

Lantaran tidak bisa hadir memenuhi panggilan penyidik Kejati Jatim untuk ketiga kalinya, anggota DPRD Jombang ini pun terancam dijemput paksa. Akan tetapi, keputusan menjemput paksa tak serta merta dilakukan.

Dijelaskan Richard, sebelum pihaknya menjemput paksa Wulang, Kejati Jatim akan membahasnya lebih dulu dalam sebuah rapat bersama pimpinan. "Itu tergantung dari pertimbangan penyidik dan kebijakan pimpinan, apakah perlu dipanggil kembali atau jemput paksa. Masih akan dirapatkan," urainya.

Untuk diketahui, kasus kredit fiktif KUR Bank Jatim cabang Jombang Jilid II yang ditangani pihak Kejati Jatim sebelumnya memeriksa puluhan orang yang dianggap mengetahui kronologi perkara yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 19 miliar tersebut.

Puluhan orang yang diperiksa itu kemudian mengerucut hingga belasan. Dan terakhir tiga orang ditetapkan Kejati sebagai saksi paling mengetahui kasus ini sebenarnya. Mereka adalah Siswo Iryana, Wulang Suhardi, dan Aminatus Soliha.

Rupanya, dalam pemanggilan pertama semenjak mengerucutnya nama-nama ke dalam tiga besar itu, Kejati Jatim menetapkan Siswo Iryana sebagai tersangka dan menahannya.

Siswo diduga sengaja menggunakan sebanyak 50 identitas orang lain. Sebanyak 30 di antaranya disetujui dalam pengajuan kredit program bank berplat merah tersebut tahun 2010 hingga 2012 lalu. (ana/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...