Sabtu, 17 Agustus 2019 23:03

Diduga Jatuh di Kamar Mandi, Warga Binaan Lapas Blitar Meninggal Mendadak

Rabu, 14 Agustus 2019 13:50 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Akina Nur Alana
Diduga Jatuh di Kamar Mandi, Warga Binaan Lapas Blitar Meninggal Mendadak
Petugas datang ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Seorang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Blitar ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Blok C2 sekitar pukul 01.30 WIB pada Rabu (14/8/2019) dini hari. Narapidana kasus pencurian ini diketahui bernama Bambang Suhartono (44).

Kepala Keamanan LP Kelas II B Blitar Bambang Setyawan mengatakan, sebelum ditemukan tewas, korban terbangun sekitar pukul 01.20. WIB. Saat itu korban menanyakan jam kepada petugas Lapas.

Korban kemudian pamit ke kamar mandi, namun tak berselang lama, salah satu teman korban berteriak memanggil nama korban. Saat itu petugas langsung menuju sel tahanan dan melihat korban tergeletak dengan posisi tertelungkup dan masih telanjang di lantai kamar mandi.

Bahkan di tubuh korban masih terdapat busa sabun. Petugas Lapas kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi. Korban langsung dievakusi ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

"Mengetahui kondisi korban, kami langsung menghubungi petugas medis. Petugas medis datang untuk memeriksa korban. Namun saat diperiksa, korban sudah dalam kondisi meninggal sehingga kami melapor ke Polsek Kepanjenkidul," jelas Bambang Setyawan.

Menurut Bambang, sebelum ditemukan tewas, korban tidak pernah mengeluh sakit. Hanya saja dari catatan medis di klinik LP, korban mempunyai riwayat penyakit ambeien dan darah tinggi. Selain itu korban juga punya kebiasaan mandi tiap menjelang dini hari.

"Petugas medis belum mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban. Namun berdasarkan catatan medis korban memang punya riwayat darah tinggi dan ambeien. Dia juga memiliki kebiasaan bangun dan mandi setiap dini hari," jelasnya.

Korban merupakan Napi kasus pencurian dengan pemberatan. Korban dihukum penjara selama tiga tahun 10 bulan. Korban sudah menjalani hukuman selama satu tahun delapan bulan.

Korban ini juga pernah dipenjara di LP Muara Kapuas. Kasusnya sama pencurian dengan pemberatan dan pernah melarikan diri dari Lapas Muara Kapuas.

Sementara Kapolsek Kepanjenkidul, Kompol Agus Fauzi mengatakan dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Kami sudah melakukan olah TKP di lokasi. Jenazahnya juga sudah kami visum dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," pungkas Agus Fauzi. (ina/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...