Sabtu, 17 Agustus 2019 22:59

10.000 Warga Pasuruan Hadiri Haul ke-50 KH Mustofa Lekok

Selasa, 13 Agustus 2019 18:20 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fuad
10.000 Warga Pasuruan Hadiri Haul ke-50 KH Mustofa Lekok
KH. Mustofa bin Mustofa saat sambutan mewakili keluarga.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Haul KH. Mustofa Lekok ke-50 dihadiri ribuan jemaah. Jumlah jemaah yang hadir kali ini lebih banyak daripada haul sebelumnya. Tahun sebelumnya diperkirakan yang hadir 7.000-an, sementara sekarang kurang lebih 10 ribu orang.

KH. Mustofa bin Mustofa, salah satu putra KH. Mustofa mengungkapkan bahwa ayahnya merupakan salah satu figur Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia 1945. 

"Kiai Mustofa Kaintoh gi ulama gi pejuang. Sebeb beliau nikah pernah berjuang sareng Kiai Sa'dulloh, saat Belanda nyerbu ponduk Sidogiri (Kiai Mustofa itu ulama ya pejuang. Sebab beliau ini pernah berjuang bersama Kiai Sa'dulloh saat Belanda nyerbu Pondok Sidogiri)," ujar Kiai Mustofa yang akrab dipanggil Gus Muk tersebut dalam sambutanya, Selasa (13/8).

Kiai Mustofa juga menjelaskan bahwa ayahnya pernah ikut perang 10 November bersama santri Sidogiri. Jadi menurutnya, peranan ulama kepada Bangsa dan Negara sangat besar.

"Bileh bedeh ulama norok politik jer roaroh (Jika ada ulama yang ikut politik jangan dicibiri)," terang putra bungsu Kiai Mustofa kepada hadirin.

Menurut pandangan Gus Muk, bahwa ulama sekarang dengan zaman dulu perjuangannya beda. Kalau ulama dulu berjuang melawan Belanda, kalau ulama sekarang melawan oknum yang selalu memanfaatkan uang negara alias koruptor.

Terlepas dari figur pejuang, dijelaskan oleh KH. Imron Mutamakin selaku Ketua PCNU Kab. Pasuruan yang menukil cerita dari KH. Miftahul Akhyar Rais Am PBNU, bahwa Kiai Mustofa ini adalah orang yang berjasa besar kepada masyarakat Lekok.

Ia menceritakan, suatu saat para nelayan gelisah berlayar, disebabkan laut sedang mengalami kesepian ikan. Kemudian salah satu di antara para nelayan tersebut mengeluhkan hal ini kepada Kiai Mustofa, sehingga mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Akhirnya Kiai Mustofa menyempatkan diri jalan-jalan ke tepi pantai. Setibanya di tepi pantai, Kiai Mustofa memohon kepada Allah SWT supaya dipermudahkan urusan para nelayan. Selang beberapa waktu, sontak laut yang awalnya kesepian ikan, kini ikan melimpah dan menepi di lautan " jelas Gus KH. Imron.

Dalam acara haul tersebut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pasuruan, serta ratusan ulama khos dan Habaib se-Jawa Timur. (afa/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...