Minggu, 20 Oktober 2019 14:16

Jadi Salah Satu Faktor Penyebab Orang Kesakitan, Rokok Tetap Konsumsi Utama Masyarakat

Minggu, 11 Agustus 2019 15:44 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Jadi Salah Satu Faktor Penyebab Orang Kesakitan, Rokok Tetap Konsumsi Utama Masyarakat
Kabid P2PL Dinkes Pacitan, Wawan Kasiyanto. foto: YUNIARDI SUTONDO/ BANGSAONLINE

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Pacitan, Wawan Kasiyanto mengatakan, ada 10 faktor orang dalam kesakitan. Salah satunya karena merokok.

"Kalau satu faktor bisa dihindari (merokok, Red), tapi kalau sembilan faktor yang lain dijalani, tentu penyakit akan mudah datang," tutur pejabat eselon III b ini pada pewarta, Ahad (11/8).

Menurut Wawan, yang harus diperhatikan adalah bagaimana seseorang itu bisa terhindar dari radiasi berat dan bebas. Radiasi ini banyak ditemukan pada makanan-makanan yang sudah melalui proses manufakturing, terutama makanan-manakan kaleng.

"Banyak penduduk kita terutama kaum hawa, di mana mereka tidak merokok namun justru paling berpotensi terserang penyakit jantung dan hipertensi. Tapi sekali lagi, bukan karena kalau mereka merokok akan terhindar dari penyakit tersebut. Yang pernah saya ketahui, di Malang itu ada dokter praktek, terapinya pakai rokok, pasiennya malah dokter spesialis jantung," ungkapnya.

Di sisi lain, meski sangat berbahaya bagi kesehatan, nyatanya rokok menjadi pilar utama perekonomian masyarakat dan andalan pendapatan negara dari cukai tembakaunya.

(Joni Maryono)

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekkab Pacitan Joni Maryono tak menampik bahwa rokok selama ini masih menjadi persoalan dilematis. Bahkan menurut Joni, selama ini rokok masih menduduki peringkat teratas kebutuhan masyarakat yang mereka konsumsi setiap harinya.

"Pemerintah cukup dilematis dengan masalah ini. Dan sampai kapan imbauan tidak merokok ini benar-benar bisa terlaksana. Sebab dampak dari produksi rokok juga sangat signifikan dalam membantu pembangunan di negara ini," kata Joni, Ahad (11/8).

Joni menerangkan, ada rangkaian sistem yang tidak bisa terpisahkan soal konsumsi rokok dan produksi. Di mana untuk membuat sebatang rokok saja, ada beragam subsistem yang harus terlibat di dalamnya.

"Ketika ada produksi rokok, tentu ada petani tembakau dan cengkeh. Pun juga ada produksi kertas atau paper sebagai pembungkus rokok. Ketika sudah dalam proses manufakturing, di situ jelas ada buruh rajang dan buruh lintingnya. Ini sebuah rangkaian yang sebenarnya sebagai media penggerak ekonomi masyarakat. Namun di sisi lain, rokok oleh dunia kesehatan memang diklaim bisa menjadi biang penyebab terjadinya penyakit," bebernya.

Menyikapi fenomena tersebut, dia meminta masyarakat arif menyikapinya. Sebab, di satu sisi pemerintah berupaya bagaimana masyarakat bisa menjaga pola hidup sehat tanpa asap rokok. Namun di sisi yang lain, tanpa cukai tembakau pembangunan infrastruktur juga akan terkendala.

"Proporsi yang seimbang. Bagaimana masyarakat bisa lebih mengedepankan kebutuhan primernya dengan kecukupan asupan nutrisi dan gizi meski tidak serta melepaskan rokok sebagi konsumsi utama. Sehingga keseimbangan ekonomi masyarakat akan tercapai," pesannya. (yun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...