Minggu, 15 September 2019 22:01

Tak Izin Pemilik Lahan, Warga Hentikan Survei Seismik 3D PHE TEJ

Selasa, 06 Agustus 2019 14:15 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Tak Izin Pemilik Lahan, Warga Hentikan Survei Seismik 3D PHE TEJ
Survei seismik yang dilakukan PHE TEJ di Dusun Koro, Desa Pompongan, Kecamatan Merakurak.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sekelompok warga Dusun Koro, Desa Pompongan, Kecamatan Merakurak menghentikan aktivitas survei seismik 3D Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) yang berlangsung di wilayah setempat, Selasa (6/8).

Warga desa yang merupakan pemilik lahan menolak karena pengeboran itu dilakukan tanpa meminta izin terlebih dahulu. Penolakan itu dilakukan warga dengan mengusir para pekerja yang sedang melakukan pengeboran.

Salah satu warga desa, Dedi mengaku, sejatinya tak mempermasalahkan tanahnya akan dibor. Namun, ia meminta ada ganti rugi atas tanah yang dilakukan pengeboran. "Dari awal saya sudah bilang kalau ada ganti rugi lahan tidak apa-apa dibor. Tapi kalau tidak ada, ya jangan dibor tanah saya," katanya.

Ia mengaku sudah menyampikan permintaan ganti rugi tersebut saat hadir dalam sosialisasi di tingkat desa. "Intinya saya setuju (ada pengeboran, red) tapi harus ada ganti rugi yang jelas, biar sama-sama enak," ujarnya.

Suara lebih lantang diutarakan Tabah, warga lainnya. Dirinya secara terang-terangan menolak aktivitas pengeboran yang dilakukan Pertamina Hulu Energi di atas lahan milik keluarganya. Selama ini, Tabah mengaku pihaknya tidak pernah merasa dimintai izin oleh para pekerja untuk melakukan pengeboran di lahannya.

"Saya sekeluarga belum pernah diberitahu adanya kegiatan pengeboran ini. Tiba-tiba sekarang sudah 3 titik yang dibor. Ini kan namanya penyerobotan lahan mas," ujarnya dengan nada kesal.

Untuk itu, dirinya meminta agar para pekerja menghentikan aktivitasnya karena tidak melakukan izin kepada para pemilik lahan. "Minimal kalau masuk kampung orang izin dulu lah. Tidak asal ngebor sana-sini. Sosialisasi tidak cukup sampai di tingkat desa, harus secara door to door bagi lahan yang akan dibor, agar mereka benar-benar paham," tegasnya.

Karena adanya penolakan dari warga setempat, aktivitas pengeboran di wilayah setempat sementara diberhentikan sembari dilakukan pembicaraan lebih lanjut dengan warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Pihak Pertamina yang berada di lokasi kejadian juga tidak berkenan untuk dimintai keterangan. (gun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...