Selasa, 17 September 2019 12:24

Tak Ada Ganti Rugi Lahan, Warga Desa Padasan-Kerek Tolak Survei Seismik 3D PHE

Senin, 05 Agustus 2019 19:50 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Tak Ada Ganti Rugi Lahan, Warga Desa Padasan-Kerek Tolak Survei Seismik 3D PHE
Warga memasang papan penolakan di lahan miliknya menentang survei seismik yang dilakukan PHE lantaran dinilai tanpa sosialisasi.

TUBAN, BANGAONLINE.com - Pelaksanaan Survei Seismik 3D oleh Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) mendapat penolakan dari warga Desa Padasan, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Senin (5/8).

Sejumlah warga dengan tegas menyatakan tidak bersedia jika tanahnya dipasang patok yang nantinya akan dilakukan pengeboran.

Perwakilan warga desa setempat, David mengatakan, pada 18 juli lalu dirinya bersama warga lainnya diundang untuk mengikuti sosialisasi Seismik 3D oleh PT Elnusa di balai desa setempat. Namun, dalam sosialisasi tersebut pihak Elnusa tidak menjelaskan terkait ganti rugi lahan yang akan dilakukan pengeboran. Pembahasan besaran nominal untuk ganti rugi tanaman rusak juga belum ada kejelasan.

"Tidak ada ganti rugi untuk lahan yang akan dibor, hanya tanaman rusak saja yang diganti, itu pun belum jelas besarannya," ujar David saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com melalui ponselnya.

Menurutnya, pelaksanaan uji seismik di musim kemarau hanya akan menguntungkan pihak perusahaan. Mengingat saat kemarau tidak ada tanaman yang tumbuh. Sejak awal dirinya telah menolak pelaksanaan uji seismik oleh PHE yang dilakukan di atas tanahnya. Apalagi, lahan yang dipasangi patok itu berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM).

"Ada lima buah patok yang dipasang. Sejak awal saya sudah menolak, namun tiba-tiba malah diberi patok," imbuhnya.

Untuk itu, ia meminta agar Pertamina meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik lahan sebelum melakukan pengeboran. "Kalau mau ngebor harus izjin dulu kepada pemilik lahan, harus sosialisasi door to door," pungkasnya.

Pihak Elnusa, Fizakir mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait penolakan warga tersebut. "Hasil di lapangan ini pasti akan kami laporkan ke atasan. Kita tunggu nanti hasilnya bagaimana," singkatnya. (gun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...