Kadisnaker Kabupaten Lamongan, Hamdani Azhari.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Angka pengangguran di Kabupaten Lamongan masih mencapai 20.600 orang. Hal ini masih terbilang tinggi, seperti disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan, Hamdani Azhari, Senin (5/8).
Menurut Hamdani, sebagai upaya menyiapkan tenaga kerja siap pakai pihaknya kini terus menggelar pelatihan-pelatihan berbasis kompetensi dan masyarakat di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker.
BACA JUGA:
- Disnakeswan Lamongan Perketat Pemeriksaan Ternak di Perbatasan Jelang Iduladha
- Jelang Iduladha, Harga Sapi Kurban di Pasar Tikung Lamongan Naik hingga Rp3 Juta
- Mawar Merah pada Kerudung Jadi Penanda Unik Jemaah Haji asal Lamongan di Madinah
- KAI Daop 8 Catat Penumpang Stasiun Lamongan Naik 35 Persen pada Triwulan I 2026
Dikatakannya, pelatihan berbasis kompetensi dan masyarakat di antaranya, hand skill 30-36 hari. Roda dua, empat, pengelasan, menjahit, prosesing tata boga, pertukangan, teknologi mekanikal, dan lain-lain.
Lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Lamongan tersebut banyak yang terserap di sejumlah perusahaan. "Dari sebanyak 472 orang yang ikut pelatihan di Disnaker, sudah banyak yang diserap entrepreneur. Sekitar kurang lebih 2,0 persen," katanya.
Dani berharap, berbagai upaya tersebut dapat menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Lamongan. Pada 2017, angka pengangguran sebesar 4,12 persen atau 26.300 orang, turun menjadi 20.600 orang atau 3,17 persen pada tahun 2018.
Dikatakan Hamdani, Jumlah pengangguran yang masih tinggi ini disebabkan karena peluang dan lowongan kerja yang terbatas dan juga jumlah lowongan yang disediakan tak sesuai dengan kejuruan atau lulusan SMK.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




