Senin, 17 Februari 2020 19:49

Khawatir Ricuh, Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan Disidangkan di Surabaya

Jumat, 02 Agustus 2019 17:41 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Anatasia Novarina
Khawatir Ricuh, Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan Disidangkan di Surabaya
Kondisi Mapolsek Tambelangan saat dibakar massa. foto: minews

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan akan disidangkan di Surabaya, tidak digelar di Sampang sebagaimana Tempat Kejadian Perkara (TKP). Alasan pemindahan lokasi sidang, sehubungan dengan surat permohonan yang diajukan pihak Kejati Jatim kepada Mahkamah Agung (MA).

Dipastikan, permohonan ini disetujui oleh MA. "Pekan ini kami telah menerima surat balasan dari MA. Dan dipastikan persidangan kasus pembakaran Polsek ini digelar di Surabaya," ucap Asep Maryono, Aspidum Kejati Jatim, Jumat (2/8/2019).

Asep Maryono mengemukakan alasan MA menyetujui pemindahan lokasi sidang kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan ke Surabaya karena faktor keamanan. Jika sidang dipaksakan digelar di Sampang, pihaknya khawatir akan terjadi kericuhan.

"Intinya MA setuju dengan kita, bahwa persidangannya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya," tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Kala itu terlihat sedikitnya 200 orang secara tiba-tiba dengan brutal melempari Mapolsek Tambelangan dan membakar menggunakan bom molotov.

Aksi anarkis ini dipicu akibat adanya kabar bohong soal penahanan dan penembakan tokoh Madura ketika aksi 22 Mei terjadi di Jakarta, yang beredar luas di tengah masyarakat. Belakangan, tokoh masyarakat tersebut diketahui dalam kondisi baik-baik saja setelah yang bersangkutan mengunggah video dalam media sosial.

Dari kasus ini, polisi menetapkan sembilan tersangka. Yakni, Satiri, Bukhori alias Tebur, Abdul Rahim, Abdul Khodir Alhadad, Hadi, Supandi, Hasan, Ali, dan Zainal. Kesemua tersangka berasal dari Sampang.

Semuanya dijerat dengan Pasal berlapis seperti Pasal 200 KUHP tentang pengrusakan fasilitas umum, Pasal 187 KUHP tentang pembakaran, serta Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Ancaman hukuman lima tahun penjara. (ana/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Kamis, 13 Februari 2020 12:49 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanTebar pesona! Itulah yang kini gencar dilakukan para calon wali kota Surabaya. Senyum mereka bertebaran di mana-mana. Di media sosial. Di baliho. Di media massa. Bahkan di selempitan koran.Bukan hanya senyum. Juga janji-janji. S...
Senin, 10 Februari 2020 11:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALTidak sama an...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...