Minggu, 15 September 2019 20:24

Pemkab Trenggalek Nikahkan 128 Pasangan Suami Istri yang Belum Kantongi Surat Nikah Resmi

Jumat, 26 Juli 2019 17:23 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Herman Subagyo
Pemkab Trenggalek Nikahkan 128 Pasangan Suami Istri yang Belum Kantongi Surat Nikah Resmi
Novita Hardiny memberikan selamat kepada salah satu pasangan yang baru saja dinikahkan secara resmi. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Sejumlah 128 pasangan suami istri yang pernikahannya belum tercatat dalam dokumen negara, dinikahkan secara massal oleh Pemkab Trenggalek melalui program Bupati Ngunduh Mantu.

Program Bupati Ngunduh Mantu merupakan bentuk kerja sama antara Pemkab Trenggalek dalam hal ini melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan Kementerian Agama, dan Pengadilan Agama setempat.

Mereka yang dinikahkan secara massal ini rata-rata berusia di atas 50 tahun. Program ini pertama kali digelar di Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek, dan akan dilanjutkan ke beberapa kecamatan lain nantinya.

Sementara Novita Nur Arifin istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin dalam sambutannya berharap melalui isbat nikah ini, masyarakat terutama kaum ibu dan anak bisa terbantu untuk mendapatkan perlindungan hukum dari status pernikahannya.

Ia menjelaskan kedudukan wanita dan anak dalam status pernikahan yang tidak tercatat, sebagaimana ketentuan di dalam Undang-Undang nomor 01 tahun 1974 tentang perkawinan. Meskipun, perkawinan tersebut sah secara agama.

"Pernikahan yang tidak dicatat oleh negara suatu saat pasti banyak menimbulkan kelemahan dan kerugian, baik bagi keturunannya maupun terhadap perempuan itu sendiri," kata Ketua Puspaga ini.

"Di samping itu bagi anak-anak kelak yang memerlukan kartu identitas dan surat-surat keterangan lain, akan mengalami kesulitan bila orang tuanya tidak memiliki surat surat resmi," urainya.

Novita berharap dengan adanya program ini, ke depan tidak ada lagi warga yang status pernikahan tidak tercatat, serta tidak ada lagi kekerasan dalam rumah tangga, terutama kekerasan pada perempuan dan anak. Ia juga berharap kegiatan ini dapat mencegah pernikahan yang belum waktunya atau pernikahan dini. (man/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...