Minggu, 20 Oktober 2019 14:19

Pilwali Surabaya, PDIP Dikabarkan Siapkan Jamhadi sebagai Cawali

Rabu, 24 Juli 2019 20:30 WIB
Editor: Em Mas'ud Adnan
Wartawan: Tim
Pilwali Surabaya, PDIP Dikabarkan Siapkan Jamhadi sebagai Cawali
Dr Jamhadi. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Peta politik internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPC Kota Surabaya berubah. Diam-diam partai berlambang moncong putih itu dikabarkan menyiapkan Dr Jamhadi sebagai calon wali kota Surabaya. Padahal sebelumnya santer disebut Wisnu Sakti Buana cawali terkuat dari PDIP. Bagaimana respons Jamhadi yang kini Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya?

“Maju sebagai wali kota atau gubernur bahkan presiden bisa datang dari berbagai karier, termasuk politik seperti Pak Bambang DH, Mas Wisnu, dan Mbak Puti. Bahkan Pak Jokowi dari sektor dunia usaha,” tegas Jamhadi kepada BANGSAONLINE.com, Rabu sore (24/7/2019).

Menurut dia, sekarang saatnya PDIP bekerja sama dengan partai lain yang memiliki cara pandang sama. “Mengingat Surabaya termasuk kota penting di dunia. Surabaya sebagai ibu kota Provinsi Jatim, termasuk kota terpenting, sebagai barometer ekonomi kota-kota di Indonesia,” katanya.

Perubahan drastis calon wali kota Surabaya dari PDIP itu terjadi setelah ada pergantian ketua DPC PDIP Kota Surabaya, dari Wisnu Sakti Buana ke Adi Sutarwijono (Awi). Info yang diterima BANGSAONLINE.com, kini orang-orang kepercayaan Wisnu di DPC Kota Surabaya habis.

Begitu juga di tingkat Kecamatan. Ketua-ketua PAC yang semula mendukung Wisnu kini harus tunduk kepada DPC PDIP baru. “Kalau ada yang menolak dan mengundurkan diri gampang. Ya diganti,” tutur sumber BANGSAONLINE.com di internal PDIP.

Namun pengurus baru ini menjadi rasan-rasan politik karena posisi-posisi kunci DPC PDIP diserahkan kepada kader non muslim. “Awi sebagai ketua DPC PDIP kan Kristen. Begitu juga sekretarisnya, Baktiono. Baktiono itu Kristen,” kata sumber BANGSAONLINE.com.

Nah, menyadari politik identitas masih kuat, tutur sumber itu, para petinggi PDIP berusaha menampilkan calon wali kota muslim. “Bahkan ketua DPRD Surabaya dari PDIP nanti bisa jadi juga dicarikan kader muslim,” katanya. "Sebab ini sangat berpengaruh pada suara PDIP," katanya.

Karena itu “penunjukan” Jamhadi sebagai calon wali kota dianggap tepat. Kebetulan Jamhadi orang dekat Bambang DH, tokoh PDIP yang kini menjadi kepercayaan Megawati Soekarnoputri. “Waktu Bambang DH jadi wali kota Surabaya kan ada tiga serangkai. Yaitu Bambang DH, Saleh Mukadar dan Jamhadi,” tutur sumber itu lagi.

Ketika BANGSAONLINE.com mengorfirmasi masalah ini, Jamhadi enggan menjawab. Ia lebih suka bicara tentang potensi kota Surabaya. Menurut dia, perputaran uang di Jawa Timur 20-30% berada di Surabaya dengan nilai Rp 9 triliun .

“Jatim berkontribusi ekonomi terbesar kedua, 17% dari total perekonomian nasional yang dibentuk 30% dari Surabaya,” katanya sembari menyebut bahwa 52% PDRB Kota Surabaya berasal dari jasa dan perdagangan.

“Kita ini menuju smart city yang ujungnya untuk meningkatkan kesejahteraan warganya,” kata Jamhadi sembari mengatakan bahwa PAD Kota Surabaya Rp 5 triliun. “Alhamdulillah selama ini, mulai kepemimpinan Pak Bambang DH hingga Bu Risma Surabaya sudah dilaksanakan pada track yang benar,” kata Jamhadi.

Ia tak menjawab ketika ditanya apa benar calon wakil wali kotanya M Selim, mantan Dirut PDAM Kota Surabaya. Tapi sebelumnya, ia kepada wartawan mengakui kalau diduetkan dengan M Selim. "Iya, saya mendengar info itu dari orang dekatnya Pak Bambang DH," ujarnya.

Meski demikian di internal PDIP masih ada kekuatan lain. Yaitu kubu Tri Rismaharini (Risma). Info yang diterima BANGSAONLINE.com, awalnya di internal PDIP Surabaya ada tiga kekuatan. Yaitu kelompok Wisnu Sakti Buana, Bambang DH, dan Risma. Tapi kini kekuatan Wisnu habis, tinggal kubu Bambang DH dan Risma.

“Bu Risma mencalonkan Eri Cahyadi,” kata sumber BANGSAONLINE.com.

Risma yang kini wali kota Surabaya juga dikenal sangat dekat dengan Megawati Soekarnoputri. Jadi rekom dari Megawati Soekarnoputeri untuk cawali Kota Surabaya masih belum pasti juga. Bisa jatuh ke kubu Bambang DH atau ke tangan Risma. 

Eri Cahyadi juga tak diam. Kepala Bappeko Kota Surabaya itu dikabarkan mendekati PCNU Kota Surabaya. (tim)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...