Barikade Gus Dur: Jangan Ada Intervensi Politik di Konferwil Ansor

Barikade Gus Dur: Jangan Ada Intervensi Politik di Konferwil Ansor Ahmad Arizal, Ketua Barikade Gus Dur Jatim. foto: ist

Terkait calon Ketua yang akan berkompetisi di Konferwil XIV GP Ansor di Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang 28 Juli mendatang, Ahmad menyerahkan pilihan kepada Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC). Sebab mereka lah yang memiliki hak suara untuk menentukan pimpinan Ansor di Jatim untuk 4 tahun ke depan.

Menurut Ahmad, dua kader yang berpeluang memimpin Ansor yakni Moh Abid Umar Faruq (Gus Abid) maupun Syafiq Syauqi (Gus Syafiq) sama baiknya. Mereka ini bukan saja aset Ansor, tapi juga aset NU di masa depan.

"Gus Abid nasabnya jelas, Gus Syafiq juga. Gus Abid berhasil memimpin PW Ansor selama 6 bulan terakhir, Gus Syafiq juga dipercaya memimpin PC Ansor Tuban 2 periode. Harapan saya, siapa pun yang menang bisa merangkul yang kalah, sehingga Ansor tetap solid," tutur orang dekat Yenny Wahid ini.

Terpisah, Gus Abid juga berharap kompetisi dalam konferwil bisa berjalan dengan lancar dalam suasana kekeluargaan. Ia pun telah mengingatkan pedukungnya agar bisa menahan diri meski tensi kompetisi semakin tinggi. 

Soal imbauan Barikade Gus Dur agar Konferwil Ansor bebas dari intervensi politik, Gus Abid mengaku sangat setuju. Karena itu, sebelum pelaksanaan Konferwil pihaknya telah mengundurkan diri dari Partai NasDem yang menjadi kendaraan politiknya saat Pileg 2019 lalu.

"Pemilu lalu saya memang caleg Partai NasDem, tapi saat ini saya bukan kader partai mana pun. Baik NasDem maupun PKB, meskipun Abah saya adalah Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Kediri," pungkas putra KH. Umar Faruq itu. (mdr/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO