Sabtu, 24 Agustus 2019 10:34

Siswi SMKN 2 Pacitan Lumpuh Butuh Bantuan, Demokrat Tanggapi Tawaran Koalisi PKB di Pilbup Pacitan

Kamis, 18 Juli 2019 21:58 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Siswi SMKN 2 Pacitan Lumpuh Butuh Bantuan, Demokrat Tanggapi Tawaran Koalisi PKB di Pilbup Pacitan
Kondisi Puput Desty yang hanya bisa tergolek lemas di tempat tidur.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Puput Desty W, siswi kelas XI jurusan APK 3 SMKN 2 Pacitan sudah hampir 2,5 bulan ini hanya bisa tergolek lemas di tempat tidur. Gangguan saraf tulang belakang menyebabkannya lumpuh dan tak bisa melakukan aktivitas.

Selama mengalami kelumpuhan, Desty harus menjalani perawatan di salah satu rumah sakit yang ada di Yogyakarta. Hampir setiap minggu, gadis 17 tahun itu harus mondar-mandir Pacitan-Yogyakarta dengan harapan kelumpuhannya itu bisa segera terobati.

Namun, kondisi ekonomi orang tuanya yang kurang mampu membuat pengobatannya kurang maksimal.

Beberapa guru berharap ada bantuan dari Pemkab Pacitan, utamanya Dinas Kesehatan. Paling tidak untuk memfasilitasi ambulans gratis. Sebab selama ini para guru hanya bisa membantu semampunya dengan memberikan donasi yang disampaikan melalui grup medsos aplikasi chatting WhatsApp.

Menurut Masulam, salah seorang guru di SMKN 2 Pacitan, awalnya Desty tidak mengalami keluhan. Ia pun setiap hari rajin mengikuti kegiatan di sekolah. "Akan tetapi saat menjelang lebaran lalu, tiba-tiba kakinya sakit dan tak bisa digerakkan," terangnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (18/7) petang.

Keluarga sempat membawa ke mantri dan dokter. Bahkan sempat juga dirawat di RSUD dr Darsono Pacitan. Namun penyakitnya tak kunjung ditemukan. Hingga akhirnya dirujuk ke RS dr Sardjito di Yogyakarta. "Sempat menjalani operasi. Diagnosa sementara katanya ada saraf kejepit di tulang belakang. Akan tetapi sampai saat ini belum mengalami kesembuhan. Setiap satu atau dua minggu sekali harus kembali kontrol," ungkapnya.

Selama menjalani perawatan, Puput memang tidak dikenakan biaya. Sebab yang bersangkutan masuk kepesertaan kartu Indonesia sehat (KIS). "Hanya saja untuk biaya wira-wiri ini yang sangat memberatkan pihak keluarga. Kondisi keluarga sangat memprihatinkan. Karena itu kami berharap ada bantuan dari masyarakat luas serta pemkab, setidaknya untuk memberikan fasilitas ambulans gratis," harap Masulam.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Pacitan Bambang Wijanarko akan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial terkait hal itu. Sebab diakuinya, Dinkes tidak memiliki anggaran untuk mobilisasi kendaraan ambulans bagi pasien yang menjalani perawatan ke luar daerah.

"Akan kita koordinasikan dengan Dinsos. Terima kasih informasinya," ujar Bambang.

Soal kendaraan ambulans 911, Bambang menegaskan itu untuk standby terhadap kondisi darurat. "Jadi ambulans itu hanya untuk kondisi darurat, coba akan kita upayakan dengan Dinsos," janji Bambang. (yun/rev)

Demokrat Tanggapi Tawaran Koalisi PKB di Pilbup Pacitan: Jangan Sampai Bertepuk Sebelah Tangan

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Sekretaris DPC Partai Demokrat Pacitan Ronny Wahyono angkat bicara terkait tawaran koalisi dari PKB untuk Pilbup Pacitan 2020. Sebelumnya, sinyal tawaran koalisi sempat dilontarkan Ketua DPC PKB Pacitan Fibi Irawan. Ia sudah menyebut nama Isya Anshori mantan Kepala Bakesbangpol, yang akan diajukan sebagai calon wakil bupati mendampingi Ronny Wahyono, apabila Demokrat dan PKB bisa berkoalisi.

Terkait hal ini, Ronny menegaskan kalau pihaknya belum bisa menentukan arah koalisi. Sebab, hal itu merupakan ranah DPP. Sedangan kepengurusan di daerah hanya sebatas menyampaikan laporan-laporan terkait dinamika yang terjadi selama ini.

"Sepenuhnya itu kewenangan DPP yang akan memutuskan langkah dan arah koalisi di Pilkada mendatang. Kami hanya sebatas menyampaikan informasi dan laporan-laporan yang terjadi di daerah," terang politikus yang digadang bakal running di Pilkada Pacitan 2020 ini, Kamis (18/7).

Kendati begitu, Ronny menegaskan bahwa Demokrat akan tetap menyambut hangat wacana tersebut. "Kalau ada yang cinta, tentu jangan sampai bertepuk sebelah tangan. Cinta itu sebaiknya juga kita sambut juga dengan cinta dan kasih sayang," tegas Ronny memberikan analogi. (yun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...