Selasa, 18 Februari 2020 12:59

Kembangkan Wisata Budaya, Disparbud Pamekasan Studi Banding ke Ponorogo

Rabu, 17 Juli 2019 21:09 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Erry Sugianto
Kembangkan Wisata Budaya, Disparbud Pamekasan Studi Banding ke Ponorogo
Suasana saat pelatihan tata kelola pemandu wisata warisan budaya.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan akan melakukan studi banding ke Kabupaten Ponorogo pada tanggal 10-11 Agustus mendatang. Studi banding ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan tata kelola pemandu wisata warisan budaya yang digelar di Hotel Cahaya Berlian Jalan Raya Panglegur pada Selasa (9/7) lalu. 

Acara yang diikuti oleh 40 pelaku wisata di Kabupaten Gerbang Salam tersebut untuk menambah pengetahuan bagi kelompok sadar wisata yang mengelola tempat-tempat wisata di Kabupaten Pamekasan.

Menurut Dr. Tarmuji MT, Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana Parawisata Disparbud Pamekasan, kegiatan diklat mengajarkan bagaimana warisan budaya itu bisa menjadikan salah satu destinasi wisata untuk meningkatkan pariwisata di Kabupaten Pamekasan.

"Mengapa studi banding ke Ponorogo? Waktu itu ada kegiatan yang mengekspos Reog Ponorogo menjadi warisan budaya yang bisa mendunia," ungkap Tarmuji.

Untuk itu, Disparbud ingin warisan budaya yang ada di Pamekasan bisa seperti di Ponorogo. Sebab, Pamekasan juga punya beragam budaya, seperti Tari Getak Madura. "Kita berharap masyarakat yang mendengar Tari Getak sudah tahu tari tersebut dari Kabupaten Pamekasan," tuturnya.

Tarmuji juga menginginkan warisan budaya itu bisa diangkat menjadi salah satu tujuan peningkatan destinasi wisata yang ada di Pamekasan. Sehingga, pelaku-pelaku wisata nantinya bisa memanfaatkan budaya sebagai daya tarik untuk meningkatkan pengunjung pariwisata di Pamekasan.

"Apabila banyak pengunjung otomatis akan menambah APD untuk disumbangkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Pamekasan," tukasnya.

Sedangkan Kadisparbud Achmad Sjaifudin S.T., M.T, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa untung mengambangkan wisata memang harus memiliki strategi. "Wisata yang ada kita benahi, kemudian dikemas, dikelola, dan dibranding menjadi destinasi wisata. Ini salah satu cara bagaimana culture tourism kita galakkan," jelas Achmad.

"Salah satu cara agar wisatawan lebih lama tinggal di Pamekasan harus ada pagelaran seni dan budaya. Saya ingin pariwisata di Pamekasan semakin maju, baik destinasi wisatanya maupun budayanya," pungkasnya. (err/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Senin, 10 Februari 2020 11:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALTidak sama an...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...