Selasa, 07 Juli 2020 13:17

​Pelataran Diparkiri Alat Berat, Pemilik Warung Sate di Tuban Gelar Aksi Protes

Selasa, 16 Juli 2019 16:19 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Istihar
​Pelataran Diparkiri Alat Berat, Pemilik Warung Sate di Tuban Gelar Aksi Protes
Pemilik dan karyawati warung sate saat melakukan aksi protes.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Gara-gara sembarangan parkir, kendaraan alat berat di pelataran Warung Sate Banyuurip yang berada di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban diprotoes pemilik dan karyawan warung, Selasa (16/7).

Mereka kesal lantaran keberadaan alat berat tersebut mengganggu pelanggan yang hendak parkir. Apalagi pemilik alat berat atau pelaksana proyek tak ada permisi sekalipun. Bahkan, tiga kendaraan alat berat itu sudah terparkir sejak 6 hari. Hal ini membuat pemilik dan karyawan semakin jengkel hingga melayangkan protes dengan menulis berbagai kecaman terhadap pemilik alat berat.

Maskuri (48) pemilik Warung Sate Banyuurip merasa dirugikan akibat ulah kontraktor tersebut. Ia menilai, pelaksana CV maupun PT tersebut ngawur dan tidak beradab. Sebab, menaruh alat berat sembarangan dan tanpa pemisi.

"Kalau parkir sehari dua hari tak masalah. Namun, kalau seminggu parkir berarti ini mencari masalah. Banyak pelanggan yang enggan mampir lantaran pelatarannya digunakan parkir tiga alat berat," ujar Maskuri kepada wartawan.

Untuk itu, Maskuri meminta pemilik CV atau PT untuk datang meminta maaf secara baik-baik. Menurutnya, sudah banyak pelanggan yang protes, karena keberadaan alat berat itu membuat susah parkir kendaraan lain yang hendak mampir makan.

"Pernah saya protes kepada pengawas dan mandor penggarap jalan. Namun, malah saya dipimpong dan itu katanya bukan urusannya. Ya jadinya begini saya protes dengan kami tempeli tulisan-tulisan kritik," timpalnya.

Mujoko Sahid, salah satu Tokoh Pemuda asal Kecamatan Bangilan yang kebetulan mampir di rumah makan sate itu juga menyangangkan ulah kontraktor tersebut. Ia mengakui, alat berat itu sangat mengganggu kenyamanan pelanggan. 

"Kami sebagai pelanggan jelas keberadaan alat berat itu mengganggu parkir kami," paparnya.

Ia pun menyarankan, agar pihak pihak penggarap proyek jalan juga dibekali safety skill dan safety sosial. "Hal itu perlu diperhatikan supaya tidak terkesan adigang adigung yang ujungnya membawa citra buruk terhadap pembangunan jalan. Supaya tidak mengganggu kenyamanan masyarakat," sarannya.

Terpisah, Heri pelaksana proyek PT Jala Karya Putra (Timbul Jaya Group) menuturkan, akan segera melakukan komunikasi dengan pengusaha warung makan yang lahannya ditempati alat berat miliknya. 

Secepatnya akan kita lakukan komunikasi aktif mas, kita tidak tahu kalau warung tersebut masih buka," pungkasnya.

Diketahui, terdapat proyek pengerjaan pengerukan dan pelebaran jalan provinsi arah Bojonegoro-Jatirogo, tepatnya di Desa Podang hingga Desa Mulyoagung Kecamatan Singgahan. Pengerjaan proyek ini rencananya berlangsung selama lima bulan. Dimulai sejak Mei hingga September 2019 yang dilaksanakan oleh PT Jala Karya anak perusahaan Timbul Jaya Group. (ahm/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...