Abid Umar, Gus Koboy Ansor dari Ploso

Abid Umar, Gus Koboy Ansor dari Ploso H. Moh Abid Umar, M. Hub. Int, Putera Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri. foto: istimewa

Nasab Gus Abid memang bukan sembarangan, dari garis Ploso, ia adalah cucu KH. Zainuddin Djazuli, putera KH, Umar Faruq dan Keponakan Gus Abdussalam Sohib. Sementara dari garis Banyuwangi, ia adalah cucu KH. Asqandar. Sedangkan KH. Nor Iskandar SQ (Jakarta) dan KH. Anwar Iskandar (Kediri) adalah Pakde dari Ibu.

“Saya ini kebetulan lahir di lingkungan pesantren, mau tidak mau ya harus mengajar di pondok. Tapi kalau untuk mengampu atau mengasuh pondok, saya belum siap. Biar saudara yang lain saja,” ujar pria kelahiran tahun 1989 itu.

Secara usia, Gus Abid memang tergolong muda, baru 30 tahun. Namun ia kaya akan pengalaman organisasi, khususnya di Ansor. Gus Abid memulai dari Wakil Sekretaris Bidang Infokom, lalu naik menjadi Ketua Bidang Infokom, kemudian Kasatkorwil Banser Jatim dan Sekretaris Pimpinan Wilayah GP Ansor Jatim hingga menjadi Ketua PW GP Ansor Jatim (SK Penunjukkan Pimpinan Pusat).

Di luar Ansor, Gus Abid adalah seorang pengusaha, ia Direktur PT Galindo yang bergerak di bidang galian dan konstruksi. Aktivitasnya di dunia usaha membawa Gus Abid dipercaya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim.

“Saya ini orang yang sering keluar dari zona nyaman (comfort zone) dalam pengambilan sikap. Karena dengan mengambil resiko, maka 50 persen kesuksesan telah kita dapatkan. Hal itu berlaku dalam hidup, maupun aktifitas organisasi,” bebernya.

Ketua PC GP Ansor Kota Pasuruan, Ahmad Ridhoi mengungkapkan, kontibusi Gus Abid terhadap organisasi sudah sangat jelas. Bahkan, ia orang punya andil menghidupkan kembali PC GP Ansor Kota Pasuruan yang sudah 10 tahun mati. Ditingkat Wilayah, Rodhoi membeberkan andil Gus Abid dalam pembangunan gedung PW GP Ansor Jatim yang saat ini sudah bisa digunakan untuk kegiatan organisasi.

“Ini sejarah Ansor Jatim punya kantor permanen. Gus Abid punya andil, karena beliau Ketua Pembangunan Gedung Ansor Jatim. Itu menunjukkan beliau punya networking yang bagus, baik ke dalam maupun keluar. Masuk kriteria untuk calon Ketua Ansor,” ucapnya. (mdr/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO