Sabtu, 16 November 2019 08:04

Bupati Jember Siap Ikuti Mekanisme, Terkait Rencana Pemeriksaan KPK Perihal LHKPN

Senin, 08 Juli 2019 16:35 WIB
Editor: .
Wartawan: Yudi Indrawan
Bupati Jember Siap Ikuti Mekanisme, Terkait Rencana Pemeriksaan KPK Perihal LHKPN
Faida, Bupati Jember. foto: Opsi

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Rencana KPK yang akan melakukan pemeriksaan terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sejumlah kepala daerah dan kepala dinas di wilayah Jawa Timur disambut baik oleh Bupati Jember, Faida. Bupati wanita pertama di Jember itu menyatakan siap mengikuti prosedur yang berlaku.

Saat sitemui usai rapat paripurna di Gedung DPRD Jember Jalan Kalimantan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Bupati Faida menyampaikan, terkait rencana pemeriksaan LHKPN merupakan prosedural standar yang wajar dilakukan.

"Hal itu perlu dikroscek dan saya senang KPK memfasilitasi itu di tingkat provinsi, sehingga kita tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta," kata Faida saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Senin (8/7/2019).

"Hal itu tidak menjadi masalah, sehingga kita lebih mudah (jika akan dilakukan pemeriksaan). Karena semua difasilitasi di kantor gubernur," katanya.

Bupati Faida juga mengaku siap untuk diperiksa. "Intinya kita siap untuk diperiksa, kita sambut baik pemeriksan yang dilakukan oleh KPK tersebut," sambungnya.

Sekadar diketahui, saat ini tingkat kepatuhan penyelenggara negara di tingkat Pemkab Jember dalam melaporkan harta kekayaannya masih sebesar 56 persen. Ada sekitar 32 orang yang belum melaporkan hartanya.

Sementara, untuk anggota DPRD Jember terkait kepatuhan pelaporan harta kekayaan sebesar 86 persen. Ada 7 orang wakil rakyat yang belum melaporkan harta kekayaannya.

Terkait hal ini, Ketua DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo mengaku akan menghubungi para anggota dewan yang belum melaporkan hartanya. "Kita sudah dapat informasi itu, dan kita akan upayakan (menghubungi) secara by phone," kata Ardi.

Namun Legislator dari Gerindra ini enggan menyebutkan siapa saja anggota dewan yang belum menyampaikan harta kekayaannya itu, meskipun masa jabatannya akan habis. "Mungkin belum melaporkan karena sibuk terkait pemilu kemarin, karena banyak tersita waktunya tersita." pungkasnya. (jbr1/yud)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...