Sabtu, 24 Agustus 2019 10:39

Kabupaten Pamekasan Penerima DBHCT Terbesar di Pulau Madura

Senin, 01 Juli 2019 01:50 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Erri Sugianto
Kabupaten Pamekasan Penerima DBHCT Terbesar di Pulau Madura
Kepala Bea dan Cukai Madura Latif Helmi saat bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Pamekasan mendapatkan aliran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terbanyak dari empat kabupaten lainnya di pulau Madura, Jawa Timur.

Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Madura, Latif Helmi, hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12/PMK.07/2019 tentang Rincian Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) menurut Daerah Provinsi Kabupaten/Kota Tahun 2019,

“Dana BHCHT untuk Pemkab Pamekasan sebanyak Rp 47.191.005.000,” ungkap Latif, Ahad (30/06/19).

Dana tersebut, lanjut Helmi, bisa dialokasikan untuk meningkatkan ekonomi dan juga yang lainnya. “Terkait mau dikelola apa, itu kami pasrahkan terhadap Pemkab Pamekasan. Kerena pihak pemerintah memahami tentang itu,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menjelaskan berbagai layanan maupun fasilitas kesehatan sebagian besar juga bersumber dari dana ini. Sehingga, tidak salah jika alokasi dana untuk jaminan kesehatan mencapai hingga separuh dari alokasi anggaran yang digelontorkan.

"Mungkin belum banyak yang tahu, kalau kita berobat ke rumah sakit dengan biaya murah menggunakan kartu BPJS, subsidi itu berasal dari cukai rokok. Termasuk juga untuk pembangunan rumah sakit daerah, serta pengadaan alat-alat kesehatan yang sudah dirasakan oleh warga Pamekasan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Harun anggota DPRD Pamekasan dari Komisi II mengatakan, dengan dana sebesar itu seharusnya Pemkab Pamekasan bisa mengalokasikan dana tersebut semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat.

"Utamanya di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur yang sangat diperlukan masyarakat," tutur politikus PKS tersebut.

"Kami di DPRD akan tetap mengawasi peruntukan DBHCHT tersebut. Kami sarankan dana tersebut lebih banyak dialokasikan ke BPJS kesehatan," pungkasnya. (err/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...