Kamis, 19 September 2019 20:38

400 Guru Dikmen di Pacitan Terkena Audit BPK, Harus Kembalikan Uang TPP

Kamis, 20 Juni 2019 11:57 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
400 Guru Dikmen di Pacitan Terkena Audit BPK, Harus Kembalikan Uang TPP
Ilustrasi

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Wajah duka menyelimuti dunia pendidikan di Pacitan. Itu setelah tersiarnya kabar bahwa ada sekitar 400-an guru SMA dan SMK harus mengembalikan sebagian tunjangan profesi pendidik (TPP) yang telah mereka terima pada tahun 2018 lalu. Hal tersebut merujuk temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat melakukan audit terkait dana TPP Guru lingkungan pendidikan menengah (dikmen) tersebut.

Sebagaimana informasi yang dirangkum awak media, ratusan guru termasuk kepala sekolah yang harus mengembalikan uang TPP itu, lantaran mereka pernah mengikuti diklat yang diselenggarakan di luar daerah. Praktis, selama mengikuti pelatihan tersebut, para guru meninggalkan proses belajar mengajar. Sehingga mereka tidak memenuhi ambang batas jam mengajar untuk bisa mendapatkan TPP.

Padahal, kehadiran guru dalam diklat itu didasarkan atas surat tugas yang dikeluarkan oleh UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Jatim wilayah Pacitan. Namun, ratusan guru tersebut dianggap menyalahi hingga akhirnya harus mengembalikan uang TPP.

Jumlah pengembalian TPP bervariatif bergantung lamanya mereka mengikuti diklat selama satu tahun kalender pendidikan. Namun rata-rata mereka harus mengembalikan di kisaran Rp 3 juta hingga Rp 15 juta. Sementara untuk kepala sekolah juga ada yang harus mengembalikan hingga Rp 40 juta lebih. Dana tersebut harus dikembalikan paling lambat tanggal 27 Juni mendatang.

Terkait hal ini, Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Jatim wilayah Pacitan Yusuf mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan ratusan guru yang terkena klaim pengembalian uang TPP guna melengkapi administrasi. Seperti surat tugas atau keterangan lain yang berkaitan dengan kegiatan diklat yang pernah diikutinya.

"Ini akan kita koordinasikan dengan BPK melalui Inspektorat Jatim. Jadi kami imbau para guru tetap tenang, kita masih berupaya mengkomunikasikan masalah tersebut," kata Yusuf di sela-sela kegiatan rapat koordinasi dengan ratusan guru, Kamis (20/6).

Yusuf menduga tim pemeriksa dari BPK belum melihat dan mempertimbangkan adanya data dukung yang dimiliki guru. Seperti surat tugas ataupun keterangan lainnya ketika mereka meninggalkan kelas guna mengikuti diklat.

"Mohon doanya, semoga upaya ini bisa memberikan persuasif kepada BPK. Sehingga para guru tidak harus mengembalikan. Sebab mereka memang benar-benar melaksanakan tugas diklat," harap Yusuf. (yun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...