Sabtu, 21 September 2019 02:16

Soal Proyek Pipanisasi, Camat Senori Minta Pelaku Usaha Pengolahan Gas Alam Komunikatif dengan Warga

Selasa, 18 Juni 2019 18:05 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Istihar
Soal Proyek Pipanisasi, Camat Senori Minta Pelaku Usaha Pengolahan Gas Alam Komunikatif dengan Warga
Jaringan pipa PT BAG tampak melintang di areal sawah dan JUT milik petani.

TUBAN, BANGSAONLINE.com – Rencana produksi Compressed Natural Gas (CNG) dan pemasangan jaringan pipa sepanjang delapan kilometer oleh PT Bahtera Abadi Gas (BAG) di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori mendapatkan respons dari pemerintah setempat, Selasa (18/6).

Camat Senori Sudarto mengatakan pihaknya sangat mendukung adanya rencana produksi CNG dari sumber gas lapangan Tapen karena akan memberi manfaat kepada warga sekitar yang terdampak proyek tersebut. Namun, ia juga berharap agar proyek itu disosialisasikan secara maksimal, sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan, utamanya masyarakat.

“Kita memberikan kesempatan kepada siapa pun investor untuk mengelola sumber daya alam. Namun, minimal adanya pertemuan dari dua pihak supaya dapat beriringan dan komunikasi dua arah dapat berjalan saat produksi berjalan," katanya.

"Di satu sisi membuka selebar-lebarnya, memberi dukungan pengelolaan dan produksi gas alam. Namun, pemerintah juga memiliki kepentingan kesejahteraan warga agar di kemudian hari tidak terjadi persoalan klasik," tuturnya.

“Bagaimanapun juga, kita berharap terciptanya hubungan baik, harmonis dapat beriringan baik dari warga dan perusahaan. Sehingga, dengan jalinan komunikasi dua arah, baik dari pihak perusahan sendiri dalam mengerjakan pipanisasi dan memproduksi sumber gas aman, lancar, dan baik," paparnya.

Sementara itu, salah satu warga Dusun Tapen Desa Sidoharjo, Susilo Edi menyebutkan, bahwa proyek penanaman jaringan pipa dari sumber gas lapangan Tapen itu melintasi area persawahan dan Jalan Usaha Tani (JUT) milik warga. Hal ini disoal oleh mereka, karena JUT tersebut menjadi akses para petani setempat.

"Warga meminta perusahaan untuk menghentikan pengerjaan galian proyek pipanisasi dan meminta tolong kepada perusahan agar mobil pengangkut mesin alat las untuk tidak melewati jalan JUT. Mengingat, tonase kendaraan yang dapat merusak JUT dan lahan petani," tegasnya. (ahm/rev) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...