Senin, 22 Juli 2019 22:07

Soal Proyek Pipanisasi, Camat Senori Minta Pelaku Usaha Pengolahan Gas Alam Komunikatif dengan Warga

Selasa, 18 Juni 2019 18:05 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Istihar
Soal Proyek Pipanisasi, Camat Senori Minta Pelaku Usaha Pengolahan Gas Alam Komunikatif dengan Warga
Jaringan pipa PT BAG tampak melintang di areal sawah dan JUT milik petani.

TUBAN, BANGSAONLINE.com – Rencana produksi Compressed Natural Gas (CNG) dan pemasangan jaringan pipa sepanjang delapan kilometer oleh PT Bahtera Abadi Gas (BAG) di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori mendapatkan respons dari pemerintah setempat, Selasa (18/6).

Camat Senori Sudarto mengatakan pihaknya sangat mendukung adanya rencana produksi CNG dari sumber gas lapangan Tapen karena akan memberi manfaat kepada warga sekitar yang terdampak proyek tersebut. Namun, ia juga berharap agar proyek itu disosialisasikan secara maksimal, sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan, utamanya masyarakat.

“Kita memberikan kesempatan kepada siapa pun investor untuk mengelola sumber daya alam. Namun, minimal adanya pertemuan dari dua pihak supaya dapat beriringan dan komunikasi dua arah dapat berjalan saat produksi berjalan," katanya.

"Di satu sisi membuka selebar-lebarnya, memberi dukungan pengelolaan dan produksi gas alam. Namun, pemerintah juga memiliki kepentingan kesejahteraan warga agar di kemudian hari tidak terjadi persoalan klasik," tuturnya.

“Bagaimanapun juga, kita berharap terciptanya hubungan baik, harmonis dapat beriringan baik dari warga dan perusahaan. Sehingga, dengan jalinan komunikasi dua arah, baik dari pihak perusahan sendiri dalam mengerjakan pipanisasi dan memproduksi sumber gas aman, lancar, dan baik," paparnya.

Sementara itu, salah satu warga Dusun Tapen Desa Sidoharjo, Susilo Edi menyebutkan, bahwa proyek penanaman jaringan pipa dari sumber gas lapangan Tapen itu melintasi area persawahan dan Jalan Usaha Tani (JUT) milik warga. Hal ini disoal oleh mereka, karena JUT tersebut menjadi akses para petani setempat.

"Warga meminta perusahaan untuk menghentikan pengerjaan galian proyek pipanisasi dan meminta tolong kepada perusahan agar mobil pengangkut mesin alat las untuk tidak melewati jalan JUT. Mengingat, tonase kendaraan yang dapat merusak JUT dan lahan petani," tegasnya. (ahm/rev) 

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...