Kamis, 16 Juli 2020 23:28

Hilangkan Istilah Sekolah Favorit, PPDB SMP di Pasuruan Mulai Gunakan Sistem Zonasi

Senin, 17 Juni 2019 21:28 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Habibi
Hilangkan Istilah Sekolah Favorit, PPDB SMP di Pasuruan Mulai Gunakan Sistem Zonasi

PASURUAN, BANGSAONLINE,com - Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan mulai menerapkan sistem zonasi dalam PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tingkat SMP di Tahun Ajaran 2019/2020. Langkah ini diberlakukan untuk menghilangkan istilah sekolah favorit yang setiap tahun menjadi rebutan orang tua murid menyekolahkan anak mereka.

Hal tersebut disampaikan Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Hasbullah kepada BANGSAONLINE.com. Sesuai aturan pemerintah, mulai tahun ajaran 2019/2020, PPDB tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Pasuruan menggunakan aturan sistem zonasi.

Dalam PPDB SMP tahun ini, 90% ditentukan zonasi tempat tinggal (siswa baru) dan 5% di antaranya diperuntukkan siswa di daerah perbatasan. Sementara itu, 5% lainnya ditentukan dari jalur berprestasi, baik akademik maupun non akademik, dan 5% untuk siswa pindahan dari sekolah lain. Ini sesuai dengan Permendikbud no 51 tahun 2018 tentang PPDB.

Ia menambahkan, untuk jalur zonasi, tolok ukurnya adalah dusun asal calon siswa baru dengan jarak terdekat dengan sekolah. Jadi untuk siswa yang jarak tempat tinggalnya paling dekat, secara otomatis akan diterima, tanpa melihat SKHUN (Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional).

"Untuk PPDB di SMPN se-Pasuruan akan menerapkan sistem zonasi. Masyarakat rumah tinggalnya dekat dengan sekolah yang bertempat tinggal di dusun terdekat dengan sekolah, langsung diterima tanpa melihat NUN atau SKHUN. Tidak usah khawatir tidak bisa diterima," tambahnya.

Ia menyebutkan, sistem zonasi juga diberlakukan untuk menghindari praktik jual beli kursi siswa di sekolah favorit. Sebab, sering kali orangtua memaksakan anaknya untuk masuk ke sekolah favorit dengan cara pintas.

”Cara ini merupakan upaya untuk menghindari praktik jual beli kursi orangtua murid agar anak mereka bisa diterima di sekolah favorit,” jelasnya. (bib/par/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Rabu, 15 Juli 2020 12:17 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...