Sabtu, 19 Oktober 2019 12:40

Harga Cabai Anjlok, Petani di Gresik Kelimpungan

Senin, 17 Juni 2019 19:31 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Harga Cabai Anjlok, Petani di Gresik Kelimpungan
Salah seorang petani di Gresik sedang memanen cabai. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Harga cabai yang terus turun membuat petani di Kabupaten Gresik kelimpungan. Terlebih, ketika musim panen raya cabai seperti saat ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini harga cabai rawit di tingkat petani hanya Rp 10.000 per kilogram. Bahkan, sebelumnya, cabai dibeli oleh tengkulak hanya Rp 7.000 per kilogram.

Anjloknya harga cabai ini dibenarkan oleh Adlan, salah satu petani di Desa Ketapanglor Kecamatan Ujungpangkah. Namun, ia mengatakan harga ini lebih baik daripada harga cabai tahun lalu saat panen raya.

"Kalau awal panen dulu harganya masih bagus sekitar 15 ribu, namun ketika banyak stok hanya dihargai 7 ribu. Saat ini lumayan cabai dihargai Rp 10 ribu per kilogram," tuturnya, Senin (17/6).

Menurut Adlan, kondisi ini menyulitkan petani, karena biaya perawatan tanaman cabai juga tak murah. "Kejadian ini siklus setiap kali panen raya. Harga selalu anjlok," keluhnya.

Hal serupa diungkapkan Muhammad Zafin, petani cabai lain. Ia membeberkan, pada panen kali ini petani cabai tidak mendapatkan untung. Apalagi baru-baru ini terdapat penyakit yang membuat cabai cepat membusuk.

"Jangankan untung, kembali modal aja tidak. Semoga pemerintah bisa memikirkan nasib petani cabai," harapnya.

Data di Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop, UKM, dan Perindag) Gresik menyebutkan, harga cabai di pasar Gresik saat ini memang turun. Yakni, untuk cabai rawit dari Rp 16.429 per kilogram menjadi 15.571 per kilogram. Sedangkan cabai besar dari Rp 37 ribu menjadi Rp 34 ribu atau turun Rp 2 ribu.

"Memang harga cabai rata-rata turun, khusunya cabai rawit," ungkap Kepala Diskop UKM dan Perindag Agus Budiono.

Agus menyampaikan, anjloknya harga cabai disebabkan karena banyaknya stok, namun permintaan di pasar terbatas. Menurut ia, solusi yang bisa dilakukan saat ini adalah petani harus menjual cabainya sendiri langsung ke pasar, alias tanpa melalui tengkulak.

"Kalau harga di tingkat petani sudah tinggi, maka harga di pasar juga ikut naik," pungkasnya. (hud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...