Senin, 24 Juni 2019 16:43

Selama Operasi Ketupat Semeru 2019, Angka Tilang dan Laka Lantas di Malang Kota Menurun

Rabu, 12 Juni 2019 18:19 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Iwan Irawan
Selama Operasi Ketupat Semeru 2019, Angka Tilang dan Laka Lantas di Malang Kota Menurun
Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Malang Kota Ipda Dedi C Wahono saat menunjukkan data penurunan angka Laka Lantas di Kota Malang ketika ditemui di kantornya, Rabu (12/06). foto: IWAN IRAWAN/ BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com - Terjadi penurunan angka kecelakaan secara signifikan selama Operasi Ketupat Semeru (OKS) 2019 mulai bulan suci Ramadhan hingga pasca Lebaran.

"Sebelumnya, di tahun 2018 terjadi 147 pelanggaran. Di tahun 2019, pelanggarannya hanya sebanyak 54 pelanggaran," ungkap Baur Tilang Aipda Jaja, mewakili Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang Kota Ipda Luhur Santoso, Rabu (12/06).

Aipda Jaja merinci, untuk pelanggaran kendaraan roda empat di tahun 2018 sekitar 19 kasus, sedangkan tilang untuk kendaraan roda dua sebanyak 128 kasus. Sementara di tahun 2019, pelanggaran kendaraan roda empat hanya 3 kasus, sementara kendaraan roda dua sebanyak 51 kasus

"Kesemuanya melanggar 8 kategori, di antaranya pelanggaran STNK, SIM, Helm, dan banyak lagi lainnya," imbuhnya.

Terpisah, Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Malang Kota Ipda Dedi C Wahono mengatakan, untuk kasus laka lantas di wilayah hukum Polres Malang Kota di tahun 2019 hanya terjadi 2 kasus. Angka ini menurun ketimbang di tahun 2018 yang terjadi 3 kasus laka lantas. "Kesemuanya hanya luka-luka ringan, nihil meninggal dunia," kata Ipda Dedi.

Dedi juga menginformasikan, terjadinya penurunan angka laka lantas di Kota Malang salah satunya dikarenakan masyarakat sudah mulai sadar dan tertib, serta disiplin dalam berlalu lintas. "Imbauan Satlantas Polres Malang Kota banyak yang dipatuhi. Selain itu, pembangunan jalan tol juga membantu mengurangi angka laka lantas," bebernya.

Di sisi lain, menurunnya angka kecelakaan juga berimbas pada menurunnya jumlah angka klaim asuransi kecelakaan lalu lintas. Kepala Perwakilan Jasa Raharja Malang Zul Effendi menyampaikan, secara kasuistis angka laka mengalami penurunan, namun secara klaim sedikit mengalami peningkatan.

"Di tahun 2018 klaim Laka Lantas sebesar Rp 17 miliar lebih sedikit, namun di tahun 2019 sebesar Rp 20,3 miliar. Terjadi selisih peningkatan senilai Rp 3,3 miliar, mencakup klaim meninggal dunia sebanyak 210 orang, ditambah 626 orang luka-luka. Selain dari itu, ada pula klaim cacat tetap senilai Rp 53,7 juta secara variatif peruntukannya," ucap Zul.

Zul menambahkan, selain mendapatkan santunan meninggal dunia sebesar Rp 50 juta per orang, 210 orang yang meninggal dunia tersebut mendapatkan uang penguburan jenazah, nilai totalnya mencapai Rp 10,2 juta. (iwa/thu/ian)

Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...