Kamis, 19 September 2019 10:07

Sebagian Warga Salah Satu Desa di Jember ini Salat Id Lebih Awal

Selasa, 04 Juni 2019 13:21 WIB
Editor: .
Wartawan: Yudi Indrawan
Sebagian Warga Salah Satu Desa di Jember ini Salat Id Lebih Awal
Warga muslim di Desa Suger, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Selasa pagi (4/6), sudah melaksanakan Salat Id.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Warga muslim di Desa Suger, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Selasa pagi (4/6), sudah melaksanakan Salat Id lebih awal, sebelum Pemerintah menetapkan 1 Syawal. Sekadar diketahui, Pemerintah baru akan menggelar sidang isbat sore nanti untuk menentukan 1 Syawal sekaligus Hari Raya Idul Fitri.

Umat Muslim di Desa Suger melaksanakan Shalat Id lebih dulu, lantaran mereka mengawali Puasa Ramadan juga lebih awal.

Adapun dasar yang digunakan untuk menentukan awal puasa Ramadan dan lebaran ini, adalah dari kitab Nuzhatu Al Majaalis Wa Muntakhobu Al Nafaais, yang sudah turun temurun dipegang oleh Kiai dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mahfilud Duror di desa setempat.

Pengasuh Ponpes Mahfilud Duror, KH. Ali Wafa menyampaikan, untuk menentukan 1 Syawal 1440 Hijriah, sama halnya saat dirinya menentukan 1 Ramadan kemarin. Di mana pelaksanaan ibadah puasa warga di sana dan pondoknya, jatuh pada 5 Mei 2019. Lebih dulu satu hari dari yang ditetapkan pemerintah.

“Sama halnya sekarang, kami juga melaksanakan 1 Syawal lebih dulu, yakni tanggal 4 Juni ini, tadi malam sudah takbiran. Jadi genap 30 hari, dasarnya Kitab Nuzhatu Al Majaalis Wa Muntakhobu Al Nafaais (dibaca: Nuzhatul Majaalis Wa Muntakhobun Nafaais)," tutur KH Ali Wafa saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Dia menjelaskan, di dalam kitab karya syekh Abdurrahman Al Shufury Al Syafi'i, diuraikan tata cara penentuan awal Ramadan, yakni metode menghitung lima hari, dari hari pertama bulan Ramadan tahun lalu.

"Bahwa prinsipnya lima hari dari awal Ramadan tahun sebelumnya, menjadi awal bulan Ramadan tahun berikutnya," ucap pria yang biasa dipanggil Lora Ali ini.

Dia memberikan ilustrasi, jika awal bulan Ramadan tahun 2018 jatuh pada hari Rabu, maka dihitung maju lima hari, dari hari Rabu. "Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Maka awal bulan Ramadan tahun 2019, jatuh pada hari Minggu," jelasnya.

Meski demikian, Ali menegaskan hasil penghitungan ini tidak wajib harus diikuti oleh masyarakat. Menurutnya, hasil penghitungan ini cukup diberitahukan kepada warga sekitar pondok, santri, dan alumni santri, bahwa ponpes Mahfilud Duror menetapkan awal bulan Ramadan tahun ini yakni pada Minggu (5/5/2019). "Karena itu, pada Sabtu malam (4/5/2019) kapan hari, kami sudah mulai menggelar tarawih. Sama halnya dengan sekarang penentuan awal 1 Syawal," katanya.

Ali Wafa menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah memaksa masyarakat untuk mengikuti hasil ijtihadnya. Masyarakat bebas memilih, mau ikut pemerintah, atau mengikuti metodenya.

"Metode ini sudah bertahun-tahun diterapkan dan diamalkan dan tidak ada kendala dan masalah. Justru perbedaan pendapat ulama dalam persoalan tersebut membawa rahmat," klaimnya.

Diketahui dari pantauan media, sejumlah masjid lainnya yang berada di Desa Suger juga meyakini 1 Syawal jatuh pada hari ini. Sehingga masyarakat di desa tersebut melaksanakan Salat Id. Diketahui juga selain di desa tersebut, kepercayaan akan lebaran sekarang ini juga dilaksanakan di beberapa wilayah di Kabupaten Bondowoso. (jbr1/yud)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...