Senin, 24 Juni 2019 16:43

Tafsir Al-Isra' 45: Ayat-ayat Sirep

Senin, 03 Juni 2019 19:48 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi. foto: the edge

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

45. wa-idzaa qara'ta alqur-aana ja’alnaa baynaka wabayna alladziina laa yu/minuuna bial-aakhirati hijaaban mastuuraan

Dan apabila engkau (Muhammad) membaca Al-Qur'an, Kami adakan suatu dinding yang tidak terlihat antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat.

TAFSIR AKTUAL

Ayat sebelumnya bertutur soal benda-benda bertasbih memuji kebesaran Allah SWT. Mereka mengerti bahwa dirinya adalah ciptaan-Nya, lalu dengan caranya sendiri mereka bertasbih. Pesan globalnya adalah, agar manusia beriman dan bersujud kepada-Nya, jangan sampai kalah dengan kepatuhan dengan banda-benda tak bernyawa.

Lalu ayat kaji ini tentang manusia angkuh dan buta terhadap hidayah, meskipun dia dekat dengan sumber hidayah. Tidak hanya kafir, dia justru memusuhi dan hendak menjahati. Tetapi al-Qur'an menghalangi (hijaaban masturaa). Al-Qur'an benar-benar sakti dan dengan izin Allah SWT berfaedah sebagai SIREP, menutup pandangan orang jahat. Sisi makna, kata mastur berbentuk maf'ul, tapi bermakna fa'il, yakni: Satir. Begitu sebagian mufassir berpendapat.

Singkat kisah begini, dia bernama Umm Jamil, istri Abu Lahab, wanita kaya, congkak, angkuh, dan galak. Tidak henti-hentinya memusuhi Nabi dan tidak pernah lapang dada setiap kali ada ayat Al-Qur'an turun. Pasti ngoceh dan sinis. Ucapannya menyakitkan dan tangannya membahayakan.

Entah apa sebabnya, suatu ketika dia marah-marah sambil membawa batu dan senjata kejahatan lain. Dia mendatangi masjid Al-Haram dan berputar-putar mencari sasaran. Abu Bakr R.A. yang saat itu duduk santai bersama Nabi di dekat Ka'bah lebih dahulu melihat Umm Jamil datang dengan gelagat tidak baik segera membisiki Nabi tentang kedatangannya, khawatir sesuatu tak diinginkan terjadi menimpa nabi. Nabi mulia itu hanya tersenyum dan berkata santai: "biar saja dia datang, dia tidak akan bisa melihat saya".

Subhanallah, Umm Jamil benar-benar mendekati Abu Bakr dan berkata-kata tidak baik terhadap Nabi, marah dan mengancam-ancam, sementara Nabi duduk di samping Abu Bakr hanya diam membiarkan. Umm Jamil benar-benar tidak melihat Nabi duduk di dekatnya. Yang dilihat hanya Abu Bakr seorang.

Ayat ini mengabarkan, bahwa nabi - saat itu - membaca ayat Al-Qur'an, sehingga malaikat hadir menutup pandangan Umm Jamil, menghalangi antara dia dan Nabi. Tidak menjumpai Nabi, akhirnya Umm Jamil balik dengan tangan kosong sembari bersungut-sungut dan ngedumel. Ini bukti, ada ayat Al-Qur'an sakti, berhikmah menutup pandangan penjahat jika dibaca secara khusyu' saat kritis dan emergensi. Ayat yang mana itu?

Ka'b, R.A. mengomentari ayat ini, bahwa Nabi Muhammad SAW melindungi diri dari kejahatan orang-orang musyrik hingga mereka tidak bisa melihat beliau dengan tiga ayat. Pertama, "Inna ja'alna 'ala qulubihim akinnah an yafqahuh wa fi adzanihim waqra.." (al-Kahf:57). Kedua, "Ula'ik al-ladzin thaba' Allah 'ala qulubihim wa sam'ihim wa absharihim.." (al-Nahl:108) dan ketiga, "afara'ait man ittakhadz ilahah hawah..." (al-Jatsiyah:23).

Ka'b menambahkan, saya pernah memberitahu soal faidah ayat-ayat ini kepada seorang laki-laki asal negeri Syam. Suatu ketika dia memasuki negeri Rum untuk suatu urusan, tapi pemerintah di sana memasalahkan. Akibatnya, dia ditahan cukup lama.

Suatu ketika ada kesempatan kabur dan dia melarikan diri dari penjara tersebut. Para penjaga dikerahkan memburunya dan mestinya tinggal menangkap saja. Tapi nyataya tidak. Lelaki itu lari sambil membaca ayat-ayat yang telah saya ajarkan tadi secara terus-menerus nan khusyu'.

Subhanallah, mereka lari mengejar lelaki itu, tetapi sejatinya yang dikejar-kejar ada di sampingnya ikut bareng berlari. Tapi mereka tidak melihat. Akhirnya, dia lolos. (al-Jami': X/270).

Abu Abdillah al-Qurtuby menambahkan, ada juga ayat al-Qur'an yang hikmahnya sangat canggih untuk sirep atas mata orang-orang kafir dan pernah dipraktikkan oleh Rasulullah SAW saat beliau keluar rumah untuk pergi hijrah ke Madinah. Ayat ini umum sekali dan banyak dikutib di berbagai kitab sirah nabawiyah.

Yaitu awal surah YASIN, Yasin.. hingga.. "wa ja'alna min bain aidihim sadda wa min khalfihim sadda fa aghsyainahum fahum la yubshirun" ( Yasin: 1-9). Saat itu orang-orang kafir pada mengepung rumah Nabi hendak membunuh. Nabi lalu mengambil segenggam tanah sembari membaca ayat tersebut dan menebarkan tanah tersebut ke arah mereka.

Semuanya kesirep dan tertidur nyenyak berbantal tanah. Nabi lalu keluar dengan aman menuju gua Tsur untuk sementara waktu. Lalu melanjutkan perjalanan ke Madinah dengan pendampingan Allah SWT.

Al-Qurtuby sendiri pernah mempraktikkan ayat ini saat negerinya kacau diserang musuh. Qurtubah, sekarang menjadi Spanyol. Dulu, Islam pernah berjaya di sana dan hingga kini situs keislaman masih banyak yang utuh. Cerita beliau begini:

Saya terpaksa lari keluar rumah menuju padang sahara demi menyelamatkan diri. Ternyata ada dua pasukan berkuda menguber saya. Secara akaliah, saya pasti tertangkap. Lalu saya duduk pasrah dan membaca surah yasin tersebut dengan khusyu' dan meminta perlindungan kepada Tuhan.

Subhanallah, dua pasukan berkuda tadi hanya seliweran di sekitar saya. Malahan, salah satu di antara mereka menunjuk ke arah saya dan berkata kepada temannya begini: "ini syetan duduk di sini". Kemudian mereka berlalu meninggalkan saya. Allah membutakan mata mereka. Alhamdulillah.  

Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...