MADIUN, BANGSAONLINE.com - Anjloknya Kereta Api (KA) Lodaya no K2.08629 di petak jalan antara Lebakjero-Nagreg, tepatnya di Kilometer 193-192, Rabu (29/5) petang kemarin mengakibatkan keterlambatan pada KA lainnya.
Ixfan Hendriwintoko Manajer Humas Daop 7 Madiun membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, anjloknya KA Lodaya mengakibatkan adanya rintang jalan (rinja) di petak jalan tersebut, sehingga menyebabkan sejumlah KA mengalami keterlambatan.
BACA JUGA:
- Libur May Day 2026, Stasiun Blitar Dipadati Penumpang, KAI Catat Lonjakan di Sejumlah Stasiun Daop 7
- Nahas! Lansia 73 Tahun di Surabaya Terserempet Kereta Api
- Minimalisasi Risiko Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Saat Mudik, KAI Daop 7 Lakukan Penyempitan
- KA BIAS Jadi Primadona di Wilayah Daop 7 Madiun Selama Libur Nataru 2025/2026
"Sudah langsung ditangani dan pada pukul 20.21 pada roda yang anjlok telah terangkat kembali. Guna menjaga pelayanan dan kelancaran, KAI Daop 2 telah melakukan evakuasi penumpang KA Lodaya tambahan dengan langkah operstaven menggunakan bus," tutur Ixfan dalam rilisnya.
Adapun KA yang mengalami keterlambatan yakni yang akan menuju ke arah Timur, baik tujuan ke Daop 7 maupun yang melintas wilayah Daop 7. KA harus merubah pola operasi yang tadinya rute Bandung-Banjar- Kroya, menjadi Bandung-Purwakarta, Cikampek-Purwokerto-Kroya.
Berikut KA yang mengalami kelambatan terpantau pada pukul 06.15 WIB:
1. KA 50A (Turangga) posisi Stasiun Kemiri lambat 100 menit
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




